Putra Gowa Ikuti Diskusi PM Inggris di Jakarta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Putra Gowa Ikuti Diskusi PM Inggris di Jakarta

FAJARONLINE, JAKARTA – Kedatangan PM Inggris, David Cameron ke Indonesia  mendiskusikan hubungan bilateral diikuti seorang putra Sulsel, Arief Rosyid Hasan. Pemuda Gowa yang kini menjabat Ketua Umum PB HMI itu  berkesempatan diundang berdiskusi dengan PM Inggris sehubungan isu multikulturalisme dan toleransi di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa 28 Juli.

Pertemuan yang dihadiri Maudy Ayunda, Irfan Amalee (peace Generation), Widya (Sabang Merauke Institute), Diajeng Lestari (Komunitas Hijabers),  dan Fajar (Maarif Institute) merupakan usaha  menghalau ekstrimisme yang kelak akan di-followup. Agenda itu merupakan  penguatan kelompok masyarakat sipil dan pemuda.

Pimpinan Partai Konservatif Britania Raya itu, percaya Islam merupakan agama yang menghindari kekerasan. Kekerasan yang terjadi mengatasnamakan agama hanya ulah oknum tertentu. Suami dari Samantha Sheffield itu juga mengharapkan pemuda dalam bersikapbisa leboj bijak. Perdana Menteri yang menjabat sejak 2010 itu memaparkan fakta yang menunjukkan sasaran paling rentan terpengaruh dan menjadi pengikut kelompok ekstrem/radikal, adalah kaum muda.

Pertama karena kelompok usia itu masih labil dalam pegangan nilai keagamaan. Kedua karena jumlahnya yang sangat besar. Jumlah pemuda mencapai lebih 60 juta jiwa, seperempat dari total penduduk Indonesia. Aksi kelompok ekstrem yang terjadi menunjukkan pemuda selalu memegang peran yang penting, walau mereka sebenarnya lebih sering dikorbankan untuk kepentingan elit kelompok tertentu.

“HMI sejak lama telah mengusung gagasan Islam Nusantara yang toleran dan menjunjung tinggi keterbukaan. Kami siap menangkal bahaya isu terorisme di Indonesia,” ujar Arief dalam  diskusi. Putra Gowa itu juga menambahkan HMI kini memiliki lebih dari 300 ribu kader mahasiswa Islam di sekitar 300 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka selalu berupaya menyediakan ruang aktivitas bagi mahasiswa Islam untuk membangun aspirasi wawasan keislaman yang terbuka.  (rilis)

loading...
Click to comment
To Top