Sigit Ngaku Tak Sepopuler Hendi dan Soemarmo – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sigit Ngaku Tak Sepopuler Hendi dan Soemarmo

SEMARANG – Bila sebelumnya masyarakat Kota Semarang, Jawa Tengah, diwacanakan prediksi munculnya head to head di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) antara incumbent Hendrar Prihadi dengan mantan walikota Soemarmo, kini muncul nama lain. Yaitu, Sigit Ibnugroho Sarasprono. Nama Sigit memang baru muncul beberapa bulan belakangan.

Namun meski baru, ternyata kemunculannya mendapat perhatian masyarakat sebagai calon alternatif. Selain Hendi dan Marmo, kini masyarakat juga diberi alternatif nama lain. Bahkan dukungan terhadapnya juga cukup antusias. Terlihat saat pendaftaran kemarin, Sigit yang berpasangan dengan Agus Sutyoso, diantar arak-arakan ratusan pendukungnya.
Ketua Tim Pemenangan pasangan Sibagus, Joko Santoso menjelaskan, pasangan Sigit-Agus yang disebut “Si Bagus” ini, bisa menjadi calon alternatif di antara dua bakal calon lainnya yang merupakan nama lama, yaitu Hendi dan Marmo. Bahkan, pihaknya juga menargetkan akan memeroleh 55 persen suara dengan asumsi ada tiga pasangan calon yang bertarung di Pilwakot 9 Desember mendatang.
“Mereka punya background berbeda dan unik. Sigit punya background sosok muda yang gigih dalam dunia enterpreneur. Sedangkan Agus mempunyai pengalaman yang sangat banyak di birokasi. Ini merupakan kolaborasi yang apik,” paparnya yang juga politisi partai Gerindra ini.
Saat mendaftar di KPU, Sigit dan Agus yang masing-masing didampingi istri, naik becak hias dan di arak dari kantor pemenangan di Jalan Veteran Semarang. Pasangan ini diusung oleh partai Gerindra, PAN dan Golkar yang berjumlah 16 kursi. Sedangkan PPP hanya merupakan partai pendukung lantaran terganjal masalah administrasi.
Pendaftaran ‘Si Bagus’ didampingi pimpinan parpol pendukung. Mereka adalah Ketua DPD PAN Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto, Ketua DPD Golkar Kota Semarang, Agung Priyambodo, dan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso.
Pasangan “Si Bagus” merupakan pendaftar kedua di KPU Kota Semarang. Sehari sebelumnya, pasangan Soemarmo-Zubair yang diusung PKS dan PKB lebih dulu mendaftar.
Sesuai aturan, pasangan ini pun mengantongi rekomendasi dari pengurus pusat Golkar versi Agung Laksono dan Abu Rizal Bakrie. Rekomendasi itu dibawa oleh Ketua Golkar Kota Semarang, Agung Priyambodo.
“Sesuai aturan, Partai Golkar harus menyerahkan dua surat rekomendasi dari dua pengurus pusat. Kedua surat rekomendasi itu harus menyebutkan bakal calon pasangan yang sama,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Wahyono, di Kantor KPU Kota Semarang, Senin (27/7)
Sementara meski tidak menyertakan berkas dokumen dukungan, sejumlah orang memakai atribut PPP juga terlihat ada di antara rombongan “Si Bagus”.
Kader PPP Kota Semarang memang terlihat pecah. Selain ada yang mendukung Si Bagus, ada pula yang mendukung incumbent Hendrar Prihadi yang berpasangan dengan Hevearita.
Sebagai pendatang baru dalam dunia politik di Semarang, Sigit mengakui masih ketinggalan popularitas jika dibandingkan dengan bakal calon Walikota lain, seperti Soemarmo Hadi Saputro dan Incumbent Hendrar Prihadi.
“Target dan langkah awal saya adalah akan mengejar popularitas. Secara popularitas, kami akui masih dibawah dengan dua calon yang lain. Saya yakin dalam waktu sebulan kedepan sanggup mengejar ketertinggalan popularitas,” ungkapnya seusai menyelesaikan pendaftaran Pemililhan Walikota dan Wakil Walikota di kantor KPU Kota Semarang.
Menurutnya, untuk merealisasikan target tersebut pihaknya bersama dengan partai pengusung akan segera mengambil langkah untuk meningkatkan elektabilitas dan mengangkat popularitas di mata publik.
Sementara visi Si Bagus, lanjut dia, adalah mewujudkan Kota Semarang menjadi Gerakan Pembangunan Untuk Tatanan Masyarakat Lebih Bermartabat (Gerbang Utama) Jawa Tengah.
“Kami mempunyai visi dan mimpi ingin menjadikan Semarang sebagai Gerbang Utama, baik secara fisik maupun non fisik,” ujarnya.
Mengenai program, Agus Sutyoso pasangan Sigit Ibnugroho menambahkan, bahwa selain pemerintahan yang bersih pihaknya juga akan memperbaiki infrastruktur.
“Utamanya adalah Water Front City kita tetapkan sebagai salah satu program utama. Kami akan mempercantik perairan Kota Semarang, itu salah satu contoh dari sekian banyak program yang sudah kami siapkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan pasangan Sigit Ibnugroho Saraspono dan Agus Sutyoso (Sibagus) Joko Santoso mengatakan, pihaknya telah membentuk tim pemenangan dari kalangan parpol dan relawan yang ada di 16 kecamatan dan 177 kelurahan.
Menurutnya, keberadaan pasangan Sibagus mungkin bisa dikatakan sebagai nama baru dalam Pilwakot. Mereka bisa dijadikan sebagai calon alternatif diantara dua bakal calon lainnya yang merupakan nama lama.
“Kita mengusung pasangan tersebut, karena mempunyai background berbeda. Sigit selaku sosok muda yang mempunyai jiwa entrepreneur yang luar biasa, sedangkan Agus mempunyai pengalaman yang sangat banyak di birokasi. Jadi, duet antara muda-tua dan duet antara entrepreneur-birokasi,” jelasnya.
Politisi Partai Gerindra ini, menargetkan akan memeroleh lebih dari 55 persen suara dengan asumsi ada tiga pasangan calon yang bertarung di Pilwakot 9 Desember mendatang. Bersamaan dengan pendaftaran Sibagus, pihaknya juga meluncurkan tagline mereka yakni Sibagus: Harapan Baru Semarang.
Disisi lain, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono usai prosesi pendaftaran bakal pasangan calon yang diajukan oleh partai Gerindra, PAN dan Golkar serta partai pendukung PPP menyatakan, masih menemukan beberapa hal yang harus dilengkapi sebelum batas pemeriksaan kesehatan.
“Artinya dokumen tersebut belum ada. Dari pak Sigit ada tiga dokumen dan pak Agus ada dua dokumen, itu harus segera dilengkapi sebelum akhir masa pemeriksaan kesehatan,” terangnya.
Henry menyampaikan, pasangan calon yang mendaftar ke KPU harus segera melengkapi semua persyaratan seperti di antaranya dokumen-dokumen yang diperlukan dari partai pengusung pasangan calon tersebut. Lalu syarat minimal 10 kursi dari partai pengusung pasangan calon.
“Untuk pasangan ini diusung oleh partai PAN 4 kursi, Gerindra 7 kursi dan Golkar 5 kursi. Sehingga total keseluruhan 16 kursi. Maka secara jumlah telah memenuhi syarat sebagai pengusung calon walikota dan wakil walikota,” terangnya. (art)

Click to comment
To Top