Sudah 487 Desa di Jateng Kekeringan, BPBD Tambah Armada Droping Air – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Sudah 487 Desa di Jateng Kekeringan, BPBD Tambah Armada Droping Air

SEMARANG – Kemarau panjang yang melanda Jawa Tengah diperkirakan bakal terus berlangsung hingga November mendatang. Jika hal ini terjadi, sejumlah daerah di Jateng dipastikan akan mengalami bencana kekeringan yang mengkhawatirkan.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana. “Sekarang saja sudah terdapat 487 desa di Jateng yang mengalami kekeringan dan harus dilakukan droping air bersih,” ujar Sarwa, Senin (27/7).
Kekeringan yang melanda 487 desa tersebut berada di 17 kabupaten. Bahkan Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota sudah mensuplai 1.653 tangki air di daerah kekeringan tersebut.
Daerah yang sudah mengalami kekeringan dan meminta adanya droping air bersih adalah Rembang, Blora, Grobogan, Pati, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Tegal, Pemalang, Purworejo, Jepara, Demak, Temanggung, dan Kebumen.
Yang mengkhawatirkan lagi, bencana kekeringan yang melanda Jawa Tengah tidak hanya berdampak kepada rumah tangga saja, tetapi juga berdampak kepada pertanian secara luas di Jawa Tengah. Hingga sekarang Pemerintah Jawa Tengah masih melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terkena dampak kekeringan.
Kekeringan di Kabupaten Temanggung memasuki minggu terakhir bulan Juli ini terus meluas. Akibatnya permintaan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung terus bertambah. Karena itu, mulai minggu ini BPBD Temanggung menambah jumlah armada droping air untuk membantu krisis air bersih dibeberapa daerah yang saat ini mengalami bencana kekeringan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung, Agus Sudaryono mengatakan sebenarnya sejak bulan puasa lalu BPBD sudah mulai mengirim bantuan air bersih ke sejumlah dusun yang mengalami krisis air bersih. Namun mulai minggu ini pihaknya menambah armada dari dua menjadi 4 armada, dengan kapasitas lima ribu liter per tangkinya.
“Kita tambah karena permintaan bantuan air bersih semakin banyak, untuk setiap armada minimal akan menyalurkan dua kali, jadi satu armada bisa menyalurkan 10 ribu liter tiap harinya,’’ katanya.
Ia menambahkan, tahun ini memang diprediksi jumlah dusun yang mengalami kekeringan semakin banyak, hal tersebut dikarenakan masa musim kemarau yang semakin panjang. Ada beberapa dusun yang tahun lalu tidak meminta bantuan air bersih tahun ini sudah mengajukan bantuan air bersih.
“Desa Sigaplok di Kledung misalnya, tahun lalu tidak meminta bantuan air bersih, namun mulai minggu ini kita bantu air bersih karena sudah mengalami krisis air bersih,” terangnya.
Agus menjelaskan, hingga minggu terakhir bulan Juli ini sudah memberikan bantuan air bersih ke tujuh desa di enam kecamatan. Keenam kecamatan tersebut adalah Kandangan, Kaloran, Jumo, Kledung dan Kedu.
“Jika di tahun lalu hanya ada 7 kecamatan yang mengalami kekeringan, kemungkinan tahun ini meningkat menjadi 10 kecamatan yaitu Kaloran, Kandangan, Kranggan, Candiroto, Bulu, Pringsurat, Jumo, Kedu, Selopampang, dan Tlogomulyo. dengan penyebaran 21 desa, dengan jumlah penduduk sekiitar 22 ribu jiwa,“ terangnya.
Sementara itu secara terpisah Kodim 07/06 Temanggung beserta jajaran dibawahnya menyatakan siap membantu BPBD dan masyarakat untuk pelaksanaan bantuan air bersih. Salah satunya yang telah dilakukan adalah di Kecamatan Kaloran, tepatnya Dusun Watukodok, Desa Keblukan, Sabtu (25/7).
Komandan Koramil 09/Kaloran Kapten Kav Nuryanto mengatakan, beberapa hari lalu Koramil 09/Kaloran mendapatkan permohonan permintaan bantuan air bersih dari warga Dusun Watukodok, Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran. Permohonan tersebut kemudian diteruskan ke BPBD Temanggung.
”Dusun Watukodok adalah salah satu dusun yang menjadi langganan kekeringan setiap musim kering, sekitar 95 KK di sana sangat membutuhkan air bersih, selain Watukodok masih ada beberapa desa yang akan meminta bantuan air bersih,” ungkapnya.
Kekeringan juga melanda sebagian daerah di Kabupaten Tegal. Ratusan hektar lahan pertanian di kabupaten ini terancam gagal panen di musim kemarau ini. Petani pun mengalami kerugian. (din-dbs)

loading...
Click to comment
To Top