Parah! Naik Haji Pakai Duit Ngutang, Istri Gugat Cerai Suami – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Parah! Naik Haji Pakai Duit Ngutang, Istri Gugat Cerai Suami

KEKESALAN Karin sudah tak bisa ditahan lagi menghadapi sikap gengsi sang suami, Donjuan, 65 yang benar-benar tinggi. Donjuan paling suka disapa Pak Haji atau Pak Kiai. Karena itu, biar dikenal ahli ibadah dan kaya raya, setiap tahun mantan pegawai BUMN tersebut selalu umrah. Belakangan baru diketahui bahwa duit yang dipakai ke Tanah Suci itu adalah hasil utangan.

Malunya bukan main. Itulah yang dirasakan Karin. Apalagi sejak kecil Donjuan memang terke­ nal sebagai pria sombong gak ketulungan. Suami­ nya tersebut termasuk tipe laki-­laki yang tidak mau mengalah pada orang yang diajak omong. Dia pasti meremehkan orang di sekitarnya. ”Suami saya itu memandang setiap orang rendah. Sok alim lagi,” tuturnya.

Hidup berumah tangga dengan Donjuan hampir 35 tahun, sopasti Karin paham banget karakter suami­ nya tersebut. Jangankan orang lain, dia sendiri sangat sering sakit hati karena kata-­kata Donjuan.

Misalnya, kalau Karin salah mengambil sikap atau tindakan, Donjuan langsung bilang goblok dan bla..bla..bla

Contoh lainnya, bila masakan Karin tidak enak, Donjuan langsung bilang bahwa wanita asal Simolawang, Surabaya, tersebut pelit dan miskin. Padahal, menurut Karin, Donjuan sendiri yang pelit. Meski memiliki banyak uang, Donjuan jarang memberi Karin ”cipratan”.

Sebagai pegawai BUMN, Donjuan sering mendapatkan bonus yang menggiurkan dari kantor.

Namun, dari duit itu, Karin hanya dapat ceritanya. Sebab uang bonus Donjuan biasanya dipakai foya­foya dengan mentraktir saudara­ saudaranya. Bahkan, setiap tahun Donjuan berangkat ke Makkah untuk umrah.

[NEXT-FAJAR]

Bagi ibu tiga anak tersebut, wajar bila Donjuan bolak­balik umrah saat masih bekerja. Nyatanya, umrah itu tetap dilakukan setelah dia pensiun. Padahal, kalau dia umrah, dia sering mengajak saudara­saudaranya pula. Sekali ke Tanah Suci, Donjuan bisa menghabiskan uang hingga Rp 200 jutaan.

Termasuk uang saku, biaya tasyakuran, dan beli oleh­oleh. ”Saya pernah bilang tidak usah umrah lagi. Kan, sudah haji dua kali. Tapi, dia mengaku bahwa umrah bikin dirinya makin disegani,” jelas Karin.

Dua tahun lalu barulah terungkap bahwa biaya umrah yang dikeluar­ kan Donjuan selama ini adalah hasil ngutang. Beberapadebt collector berkali­kali menagih pinjaman yang sudah bertahun­tahun ngendon dan belum dibayar. Akhirnya, yang bayar utang­utang itu adalah Karin dan anak­anaknya.

Udah gitu, utang yang kemarin­ kemarin belum selesai, eh dia mau daftar umrah lagi. Capek, deh,” kata Karin. Dia pun memutuskan untuk menggugat cerai Donjuan di Pengadilan Agama Surabaya, Jalan Ketintang Madya, kemarin. (*/c1/jee/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top