Polisi dan KPK Sama-Sama Berlari – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Polisi dan KPK Sama-Sama Berlari

JAKARTA – Jika sebelumnya KPK terkesan paling hebat dan rangkingnya nomor satu urusan memberantas korupsi. Kini, KPK seperti mendapat partner setimpal. Polisi juga terlihat tak kalah lari kencang membebaskan negeri ini dari korupsi.

Bareskrim yang dipimpin Komjen Budi Waseso atau Buwas baru-baru ini telah mentersangkakan eks dirut PLN Nur Pamudji. Sementara KPK yang dipimpin Taufiequrachman Ruki kemarin mentersangkakan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri.

Penetapan tersangka Gatot dan istrinya Evy Susanti diinformasikan Pimpinan KPK lndriyanto Seno Adji melalui pesan singkat. Ini dilakukan setelah KPK melakukan gelar perkara soal keterlibatan keduanya dalam kasus suap hakim PTUN di Medan. Sebelumnya, pengacara kondang OC Kaligis sudah lebih dulu ditersangkakan KPK dalam kasus ini.

“KPK per hari ini akan menerbitkan sprindik dengan menetapkan Gubernur Sumut GPN dan ES (istri keduanya) sebagai tersangka,” kata lndriyanto, kemarin. “Semua ini berdasarkan pengembangan dan pendalaman dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada juga perolehan alat bukti lainnya,” imbuh Indriyanto.

Sehari sebelumnya, KPK memeriksa pasangan ini selama 11 jam. Keluar gedung KPK Senin tengah malam, keduanya menggelar konferensi pers, Selasa dinihari tadi di Hotel JS Luwansa yang berjarak 2 Km dari gedung KPK.

Dalam konferensi pers ini, keduanya membantah menyuap 3 hakim PTUN Medan dan seorang panitera. Diduga, suap diberikan agar PTUN Medan mengabulkan gugatan yang dilayangkan Pemprov Sumut terhadap Kejaksaan Agung, sehubungan dengan penyidikan yang dilakukan Kejati Sumut terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana Bansos dan BDB Pemprov Sumut

Gatot dan Evy mengaku tak tahu menahu pengurusan sidang PTUN yang diajukan Kabiro Keuangan Pemprov Sumut Ahmad Fuad Lubis. “Itu inisiatif Pak Fuad,” ucap Gatot. Keterangan Gatot dibantah Fuad. Melalui pengacaranya, Zulkifli Nasution, Fuad bilang gugatan PTUN merupakan inisiatif Gatot. “Sudah pasti gugatan itu inisiatif Gatot,” ujarnya di KPK, kemarin.

Sementara polisi juga tak mau kalah. Bareskrim Polri belakangan semakin fokus mengusut kasus-kasus kakap. Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso bilang korps baju coklat tengah membidik 9 kasus kakap bernilai triliunan rupiah, 23 kasus ratusan miliar, dan 35 kasus puluhan miliar.

[NEXT-FAJAR]

Beberapa “orang penting” ditetapkan sebagai tersangka. Sebut saja, bekas Kepala BP Migas Raden Priyono, bekas Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono, serta bekas Dirut PT TPPI Honggo Wendratmo. Ketiganya dijerat dalam kasus kondensat SKK Migas yang merugikan negara Rp 2 triliun.

Raden Priyono seharusnya diperiksa kemarin. Namun, dia tak bisa hadir. “RP minta dijadwal ulang karena yang bersangkutan masih mudik Lebaran,” ujar Kasubdit Money Laundring Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol Golkar Pangraso di Mabes Polri, kemarin.

Sebelumnya, Senin (14/7) lalu, Bareskrim juga menetapkan dua orang pejabat sebagai tersangka: Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan eks dirut PLN Nur Pamudji. Junaidi menjadi tersangka dugaan korupsi honor tim pembina Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus Bengkulu. Estimasi kerugian negara dalam kasus ini Rp 359 juta.

Sementara Nur Pamudji dijerat dugaan korupsi pengadaan High Speed Diesel (HSD) PT Trans Petrochemical Pasific Industri. “Yang bersangkutan tersangka karena melakukan penunjukan terhadap PT TPPI. Saat itu dia selaku Direktur Energi Primer PLN,” kata Kasubdit I Tipikor Bareskrim, Kombes Ade Deriyan Jayamarta, kemarin.

Padahal panitia yang dibentuk untuk pengadaan HSD menyebut TPPI dalam kondisi tidak layak untuk pemenuhan kebutuhan solar yang ditenderkan. Tapi Nur Pamudji memilih TPPI dalam tender HSD karena TPPI dianggap mampu.

Hasil penunjukan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Dirut PLN. “Pak Dahlan yang menandatangani TPPI dalam pengadaan HSD,” kata Ade.  (RMOL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top