Tanggapi Komentar Haji Lulung, Ahok: Emangnya Dia Bareskrim? – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Tanggapi Komentar Haji Lulung, Ahok: Emangnya Dia Bareskrim?

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terlihat santai usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (29/7). Pria yang akrab disapa Ahok ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan uninterruptible power supply (UPS) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI 2014.

Setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Ahok tidak langsung pulang ke rumah. Ia mendatangi Balai Kota. Setibanya di tempat kerja, mantan Bupati Belitung Timur ini sempat menemui warga yang mengadukan permasalahan. Ahok sempat berbincang-bincang dengan warga dan memberikan sejumlah catatan mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Kemudian, Ahok meladeni para wartawan yang juga sudah menunggunya. Sejumlah pertanyaan diajukan wartawan kepada suami Veronica Tan itu. Salah satunya mengenai pemeriksaan di Bareskrim Polri. Ia mengaku, tidak kelelahan usai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri.

“Enggak juga, kan dikasih makan, dikasih minum,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (29/7).

Dalam proses pemeriksaan, Ahok mengaku ditanya berbagai pertanyaan. “Macam-macam sih, nama anak, isteri, sekolah di mana, kerjaan di mana, kondisi sehat apa enggak, ada tekanan apa enggak,” ujarnya.

Ahok menyatakan, materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik kepadanya terkait usulan UPS di KUA-PPAS.

“Materi dia tanya apakah di KUA-PPAS yang kami usulkan ada UPS gak? Kan KUA-PPAS mesti ada memo kesepahaman dengan DPRD, saya jawab enggak ada. Kenapa bisa ada keluar? Saya enggak tahu. Yang pasti di dalam itu enggak ada. KUA-PPAS kan plafon prioritas. Jelas di situ pendidikan enggak ada waktu kami mau membuat APBD Perubahan. Jadi di dalam APBD Perubahan itu jelas tidak ada dinas pendidikan, justru Dinas Pendidikan dicoret karena mereka tidak mampu untuk rehab,” tutur Ahok.

Ia menyatakan, prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada APBD DKI Perubahan adalah membeli alat berat, truk sampah, dan menangani banjir. Ahok pun memastikan tidak ada anggaran untuk UPS dalam APBD Perubahan.

Ahok sempat dimintai tanggapan mengenai perkataan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung yang menyatakan Ahok mesti dijadikan sebagai tersangka terkait kasus UPS. Ia menanggapi santai pernyataan Lulung. Bahkan, mantan politikus Gerindra ini sempat menyampaikan apabila Lulung seorang polisi, maka dia akan mengusulkannya menjadi pengganti Kabareskrim Komjen Budi Waseso.

BACA: Haji Lulung: Mestinya Ahok Jadi Tersangka

“Emangnya dia Bareskrim. Makanya sayang aja Haji Lulung itu bukan polisi, kalau dia polisi bintang dua atau bintang tiga sudah kuusul nih ke Pak Jokowi buat ganti Pak Buwas. Sayang enggak bisa dia tuh,” ungkap Ahok sambil tersenyum. (gil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top