582 Herkate Lahan Pertanian di Demak Kekeringan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

582 Herkate Lahan Pertanian di Demak Kekeringan

DEMAK – Kekeringan melanda sebagian daerah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengakibatkan 582 hektare lahan pertanian mengalami puso.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak Ir. Wibowo menuturkan bahwa ratusan hektar padi yang terkena puso itu berada di 5 kecamatan, diantaranya Kecamatan Guntur sebanyak 265 hektare, Karangtengah sebanyak 165 hektare, Wonosalam sebanyak 104 hektare, Sayung sebanyak 17 hektare dan Kecamatan Demak sebanyak 31 hektare.
Dalam upaya mengatasi kekeringan di lima kecamatan tersebut, Wibowo hanya mengandalkan aliran air dari Waduk Kedung Ombo dan memaksimalkan fungsi bendungan sungai Wonokerto dan Guntur.
“Kita telah mengusulkan agar pembukaan waduk Kedung Ombo dimajukan dua minggu dari jadwal atau dibuka tanggal 15 Agustus sehingga bisa mengaliri lahan pertanian yang saat ini kekeringan,” kata Wibowo kepada Rakyat Jateng saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7) siang.
Wibowo juga menambahkan kalau dilihat kerugian yang alami para petani akibat lahan pertanian mereka dilanda kekeringan hingga puso, dirinya mentaksir mencapai miliaran rupiah. Hal ini untuk hitung-hitungan setiap hektarnya kerugian berkisar 7 juta rupiah. “Imbas adanya puso, petani rugi Rp7 juta setiap hektarnya,” imbuhnya.
Wibowo menjelaskan, untuk luasan lahan padi di kota yang terkena dampak kekeringan mencapai 3.251 hektare. Diantaranya untuk kategori ringan sebanyak 1455 hektare, kekeringan sedang sebanyak 796 hektare, kategori berat sebanyak 418 hektare dan puso sebanyak 582 hektare.
Meski ratusan hektar lahan padi terkena puso, Wibowo mengaku tidak sampai mempengaruhi produksi padi dan stok pangan di Kabupaten Demak. Menurutnya, untuk pada tahun ini, Demak menargetkan produksi padi sebanyak 683.931 ton atau naik sebesar 20,64% dari produksi tahun 2014 lalu yakni 567.748 ton.
“Kita optimistis target produksi padi akan terpenuhi. Sampai bulan Juli produksi padi sudah mencapai 637.306 hektare,” jelas Wibowo.
Kekurangan target produksi padi tersebut, lanjut Wibowo, dapat ditutup asalkan ratusan hektar lahan pertanian yang kekeringan segera mendapatkan air sehingga bisa diselamatkan dari puso. (fiz)

Click to comment
To Top