Angkutan Reguler di Semarang Khawatirkan BRT – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Angkutan Reguler di Semarang Khawatirkan BRT

SEMARANG – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa, mengaku khawatir setelah diresmikan program produksi dan perakitan 1000 Bus Rapaid Transit (BRT) di Karoseri Laksana, Ungaran, Kabupaten Semarang oleh Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, Rabu (29/7). Mereka menilai bahwa nantinya pengadaan bus secara nasional akan mengancam pendapatan awak angkutan regular.

“Dalam hal ini saya tidak tahu persis BRT itu akan ditempat di trayek mana saja. akan tetapi sebelumnya sudah ada sosialisasi rencana penerapan trayek Stasiun Tawang-Bawen oleh Dishub Provinsi Jateng,” kata Hadi, Kamis (30/7).
Kekawatiran tersebut bukannya tidak beralasan oleh anggota Organda dan awak angkutan umum regular yang selama ini beroperasi, hal ini dipastikan bakal berbenturan dengan awak angkutan umum regular yang selama ini beroperasi. Apalagi jika operasionalnya dipegang oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau perusahaan swasta lainnya, tanpa ada kerjasama dengan Organda dan pengusaha dan awak angkutan di Kabupaten Semarang.
“Masalah tersebut nantinya akan tetap ada. Dan jika benar-benar beroperasi di Kabupaten Semarang, tentu penghasikan kami sudah pasti akan berkurang. Kalau bersinergi dengan kami, tidak masalah. Tetapi kalau tidak bersinergi,” tegas Hadi.
Program produksi BRT dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan dan Menko Bidang Kemaritiman RI, Indroyono Soesilo. Produksi dan perakitan BRT tahun anggaran 2015 dilakukan tahun ini dan busnya baru akan dioperasikan paling lambat triwulan kedua pada tahun 2016.
Ignasius Jonan mengatakan, bahwa program tersebut akan memproduksi sebanyak 3.000 unit bus dilakukan secara bertahap selama lima tahun. Produksi masal bus tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas transportasi massal jalan raya. Bus tersebut akan dibagikan di 33 provinsi di luar DKI Jakarta. (wis)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top