Bersiaplah, Pameran Hewan Terbesar Segera Digelar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Bersiaplah, Pameran Hewan Terbesar Segera Digelar

JAKARTA-Bersiaplah, para pencinta hewan kesayangan. Sebab, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) akan menyuguhkan Indo Pet Expo 2015. Pameran terbesar dan pertama yang menghadirkan komunitas pencinta hewan, dokter hewan, klinik dan rumah sakit hewan, petshop dan salon hewan serta obat-obatan hewan.

Kegiatan yang akan menghadirkan berbagai jenis hewan peliharaan dan kesayangan ini mengambil lokasi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Serpong, 11-13 September. PDHI akan mewujudkan dunia pet animals secara menyeluruh, yang dilakukan secara serius dan besar-besaran serta melibatkan industri pendukungnya.

“Misi utama kami sebenarnya adalah mengedukasi masyarakat. Kita mengetahui banyak orang sudah terbiasa hidup bersama dengan hewan kesayangan di rumah, namun ada banyak hal terkait cara memelihara dan aspek kesehatan yang harus dipahami agar kita merasa nyaman dengan keberadaan hewan disekitar kita,” ujar Ketua Umum PDHI, Dr Drh Heru Setijanto PAVet (K).

Menurutnya, publik, selama ini lebih mengenal Dog Show atau Cat Show. Kucing atau anjing yang dibawa ke salon, didandani serta kadang sampai diberi pakaian lalu diperlombakan. Padahal, masih banyak hal lain yang harus diperhatikan dalam merawat dan berinteraksi dengan hewan kesayangan.

Khususnya, terkait prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan (kesrawan). “Kali ini kami ingin mengadakan dengan cara yang benar, kita manusia sering memperlakukan hewan secara berlebihan yang belum tentu disukai hewan. Diberi baju dan memperlakukan hewan seperti manusia, anthropomorphism, akan membuat hewan tidak nyaman” ujar dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, ada tiga prinsip dasar memelihara hewan kesayangan. Pengajar animal behavior ini menyebutkan yakni secure, safe dan animal welfare (kesejahteraan hewan, kesrawan).

Secure, dalam arti hewan tidak menularkan penyakit ke manusia atau sebaliknya (zoonosis). Banyak pemilik hewan, kata dia, tidak menyadari adanya kemungkinan itu. “Pengetahuan ini penting sebab banyak pemilik hewan yang tidur bersama hewan kesayangannya, memeluk dan menciumi dan bahkan kadang-kadang makan dari satu piring,” ujarnya.

Kedua Safe. Jaman dulu orang memelihara hewan terbatas pada jenis anjing dan kucing saja, yakni home pets. Namun saat ini orang suka memelihara exotic pets, yaitu satwa liar yang aslinya hidup di alam. Terbukti dengan munculnya komunitas penggemar exotic pets seperti komunitas pencinta reptile, sugar glider (sejenis tupai terbang), kelinci, parrots dan beragam ikan hias.

“Karena itu orang harus mendalami hobinya secara bertanggung jawab dan menguasai potensi bahaya terhadap kesehatan yang mungkin timbul,” sebutnya.

Terakhir, animal welfare. Setiap orang dituntut menerapkan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan yang telah diamanatkan oleh UU No 18 /2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan dan PP 95/2012 tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Azas kesrawan adalah memenuhi 5 freedoms, yakni (1) freedom from hunger, thirst and malnutrition. (2) Freedom from discomfort (physical and temperature). (3) Freedom from pain, injuries and diseases. (4) Freedom from fear and distress, dan paling akhir (5) freedom to express the natural behavior.

“Hal hal ini yang ingin kita sosialisasikan sebagai bentuk edukasi masyarakat bagaimana mereka seharusnya menjadi pemelihara hewan yang bertanggung jawab, jadi tidak sekedar asal memberi makan,” tambahnya.

Pada Indo Pet Expo 2015 ini dirancang memadukan masyarakat umum dan penggemar hewan serta para penyedia jasa. Akan ada berbagai kontes pet animals, yakni kelinci, kucing, biawak, ular, sugar glider, iguana dan lainnya. Ketua Panitia Indo Pet Expo 2015, Drh Wiwiek Bagja, mengatakan kehadiran hewan kesayangan dalam event ini ada dalam empat bentuk, yakni educational talk/talk show, contest, display dan jual beli.

“Dog show misalnya, akan menampilkan pertunjukan ketangkasan, agility show. Masyarakat bisa melihat anjing yang dipakai untuk memberantas narkoba, serta menghadapi demonstrasi massa,” sebutnya.

Termasuk, pengunjung bisa mengikuti beberapa seminar dan educative talk show. Ada seminar untuk umum dan ada pula yang khusus disediakan bagi para dokter hewan sebagai sarana continuing professional development. ”Masyarakat pecinta hewan berkesempatan ketemu para pakar dan praktisi kesehatan hewan,” bebernya.

Untuk mengikuti seminar, peminat bisa menghubungi, Sekretariat PB PDHI, Gd. Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI), Jl. Harsono RM No.10 Ragunan, Jakarta 12550. Telp/Fax : 021-78848462. (arm).

To Top