Kekeringan di Temanggung, Warga Berebut Air Bersih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kekeringan di Temanggung, Warga Berebut Air Bersih

TEMANGGUNG – Kekeringan kini semakin meluas saja di Jawa Tengah. Sejumlah daerah kekurangan air bersih. Di Temanggung, warga harus berebut air bersih yang didrop pemerintah daerah, di Demak ratusan hektar sawah kekeringan, dan di Kudus sumur-sumur warga mulai mengering.

Sudah menjadi langganan selama bertahun-tahun Desa Keniten, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung selalu mengalami kekeringan di musim kemarau seperti sekarang ini. Warga kesulitan mendapatkan air bersih. Tak pelak setiap ada droping air selalu menjadi rebutan warga setempat.
“Kami selalu menjadi langganan kekeringan, mata air mengering, untuk keperluan sehari-hari seperti MCK warga mengandalkan sumur yang airnya masih tersisa, itupun harus menimba lebih dari sepuluh kali untuk mendapatkan satu ember air,” kata salah seorang warga Keniten, Siti (58).
Ia menambahkan, saat ini sumur yang masih ada airnya bisa dihitung dengan jari, itupun debitnya sangat sedikit. Warga yang tidak kebagian air sumur terpaksa mengais air dari sumber mata air di sungai-sungai yang jumlahnya juga terbatas.
Sementara itu warga lainnya, Imam (27) mengukapkan masalah kekeringan sudah terjadi sangat lama di desanya. Sejak jaman kakek-neneknya sudah mengalami krisis air bersih, hingga ini memang belum ada solusi yang berhasil untuk memecahkan krisis air bersih di setiap musim kemarau.
“Di sini ada sekitar 160 kepala keluarga yang sangat mengharapkan bantuan air bersih jika musim kemarau datang. Droping air bersih yang dilakukan BPBD seperti sekarang ini sangat melegakan bagi warga. Air bersih ini bisa membantu warga dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari khususnya untuk makan dan minum,” ujarnya.
Sementara itu Hartomo, petugas BPBD Temanggung menjelaskan, Desa Kiniten termasuk desa yang pertama menerima bantuan droping air bersih. Pihaknya memasok dengan tiga armada. Karena memang mengalami krisis bersih, jadi satu tangki yang berkapasitas lima ribu liter habis kurang dari satu jam.
“Di sini kan ada empat RT, masing masing RT kita drop sendiri-sendiri, karena kalau tidak per RT kasihan warga yang membutuhkan, kita akan terus lakukan droping hingga musim hujan tiba atau saat mata air kembali pulih,” katanya.
BPBD Temanggung hingga minggu terakhir juli ini telah melakukan droping air di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung. Kelima kecamatan itu adalah Jumo, Kaloran, Candiroto, Kedu, dan Kandangan. Setiap harinya BPBD memberangkatkan 4 armada dengan kapasitas tangki lima ribu liter. (din)

Click to comment
To Top