Muat Iklan Lelang, Pengumuman Lotre dalam Aksara Lontara – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Muat Iklan Lelang, Pengumuman Lotre dalam Aksara Lontara

Ratusan tahun silam, Makassar telah mengalami kemajuan dalam bidang informasi.
Terbukti dengan ditemukannya koran bisnis terbitan 20 Oktober 1869.

HAMDANI SAHARUNA,
Makassar

BENTUKNYA seperti lembaran dengan ukuran kertas A4. Warnanya kecokelatan dengan tulisan yang masih jelas terbaca.

Jika diraba serat-serat kertas begitu terasa kasar. Ada beberapa lubang yang menguatkan betapa umur kertas tersebut sudah sangat tua.

Di ujung atas kertas tertulis A 1969 N 83 Woensdag (Rabu) 20 October Tweede Jaargan. Kemudian Kop yang ditulis besar besar “Makassaarsch Handels-Blad” di mana Makassaarsch adalah Makassar dalam bahasa Belanda, Handels untuk kata Bisnis, dan Blad berarti lembaran koran atau surat kabar.

Namun, koran ini berbeda dengan kebanyakan koran sekarang. Isinya hanya memuat iklan lelang (vendutie) majalah (tijdschriften), buku (boeken) dan fotografi (photographiën) yang diadakan pada hari Kamis (Donderdag), 28 Oktober 1869 di gedung Societeit de Harmonie (Gedung Kesenian sekarang, red).

Paling unik, salah satu iklan yang secara khusus diterjemahkan dalam bahasa Makassar dengan tulisan aksara lontara. Tulisan itu berisi pengumuman lotre (kupon berhadiah).

GELD-LOTERIJ (Lotere Tunai) ten behoeve van de Societeit de “Harmonie” te Makassar (atas nama Societeit de “Harmonie” Makassar). Groot f 150.000,–( besaran 150.000 Gouden florijn)Loten verkrijgbaar bij (tersedia dalam pelelangan) Den Her J.C. SPENGLER Den Her, D.T. BAUERMANN dan Den Her P. van HARTROP Jr. De trekking is uitgesteld tot Dingsdag den 30sten November. (Pengundian telah ditunda sampai Selasa, 30 November) Uang-lotere (Lotere Tunai) untuk kepentingan masyarakat “harmoni” Makassar.

Lalu dalam bahasa Makassar dituliskan Leterei uwana balabolaya ri jupada (Lotre uang tunai untuk warga Ujung Pandang). Jumalana (Jumlahnya) 150 sabuna rupiya (Rp150 ribu). Iya nomorona akule nigapa ajore ri (Nomornya bisa didapatkan di ) Tuwa (Tuan) sapengelere. ( den her j.c. Spengler ), Tuwa (Tuan) bourom?. ( den her d.t. Bauermann ) dan Tuwa (Tuan) paharatoro. ( den her p. Van hartrop jr.).

Tasere nomoro balina 10 rupiya (Setiap satu nomor seharga Rp10). Nasitanga nomoro 5 rupiya (Setengah nomor Rp 5). Naane leterei ri 30 bangina bula nopebere (Lotre diundi pada 30 Nopember). Riyalona salasaya ane taunga nikarenai (Dimulai Selasa tahun ini). Nayi tau ametaya taenaya naarini ri jupada amata akulei puna (Bagi yang berdomisili di luar Ujung Pandang). Eroki nitulu ri komisiya ri ane gauka (Bisa dibantu untuk komisinya).Natarima ajo uwana betaya siyaga sura weselena Katoro banga (Uang diterima melalui wesel kantor Bank).

Pemiliki koran, Tjiang Go Li, Numismatik atau Kolektor Uang Kuno Makassar menuturkan bahwa penemuan koran lawas tersebut bermula saat dirinya melakoni hobinya mengejar uang kuno.

Kawannya yang berada di Bantul, Yogyakarta menawarkan lembaran koran Makassar di zaman Belanda sebanyak dua lembar. Selembar iklan dan pelelangan, selembarnya lagi berisikan nilai pajak dan ekspedisi barang melalui kapal berikut harganya.

Sayangnya, kata Tjiang, lembaran tersebut dikirim secara serampangan sehingga satu lembar, robek bagian bawahnya. “Ada robek sedikit, makanya saya sekarang lagi pesan bingkai khusus dari Amerika untuk penyimpanannya,” katanya.

Ketika ditanya kenapa tertarik, Tjiang yang memang gemar dengan barang antik menuturkan bahwa satu-satunya alasan adalah karena ada tulisan Makassarnya.
“Saya sering dapat koran tua tapi baru ini yang memang koran kita (Makassar),” katanya saat ditemui di Kantornya, Rabu 29 Juli.

Mengenai penyimpanan koran tersebut kata Tjiang harus berhati-hati. Barang lama, kata dia, sangat sensitif terhadap cahaya. Baik cahaya matahari maupun lampu. (*)

loading...
Click to comment
To Top