Jokowi Ditantang Sebut Jumlah Utang Indonesia Selama Dia Memimpin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Jokowi Ditantang Sebut Jumlah Utang Indonesia Selama Dia Memimpin

JAKARTA-Presiden Joko Widodo ditantang untuk transparan dan mengumumkan besaran utang luar negeri yang diambil selama delapan bulan kabinetnya berjalan.

Tantangan itu disampaikan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi‎ kepada wartawan di Jakarta, Jumat (31/7). Menurut dia, sepantasnya ‎Presiden Jokowi melakukan itu sebab rakyat ikut menanggung kebijakan utang yang diambil.

“Misal Jokowi ke Jepang, Singapura dan lainnya, setelah itu ditotal jumlahnya umumkan pada rakyat. Karena utang ini beban rakyat makanya Presiden harus transparan,” kata Uchok.

Apalagi, kata dia lagi, Presiden Jokowi seringkali menunjukkan citra merakyat dan tansparan dalam banyak hal. Maka persoalan utang ini juga diharapkan ada keterbukaan, misalnya untuk apa saja  utang itu dipakai dan apakah ada manfaatnya untuk rakyat.

“Katanya kan merakyat suka blusukan, tapi kalau masalah pinjam uang ke luar negeri mungkin nggak akan mau karena merusak citranya sendiri, yang sudah berjanji melepas ketergantungan utang,” kata Uchok.

Sementara itu, dia juga mengungkapkan, berdasarkan data dikeluarkan Kementerian Keuangan, posisi utang pada tahun 2014, atau utang yang ditinggal oleh rejim SBY sebesar Rp2.604 triliun.

Sementara di masa rejim Jokowi, utang sementara sampai bulan maret tahun 2015 baru sekitar Rp2.795 triliun.

Artinya, utang Indonesia dari Presiden SBY ke Presiden Jokowi bertambah hanya sebesar Rp191 triliun.

“Dan penambahan utang ini baru sedikit, dan angkanya juga baru sementara saja. Jadi jangan bangga dulu sama presiden yang suka cengengsesan ini,” kata Uchok.

Karena itu, lanjutnya, sejak APBN P 2015 disahkan DPR, ternyata rejim Jokowi membutuhkan anggaran untuk kebutuhan pembiayaan sebesar Rp 507 Triliun untuk menutupi adanya defisit anggaran dalam APBN P 2015 sebesar Rp222.5 triliun, juga untuk pembayaran utang yang jatuh tempo sebesar Rp223.0 triliun, dan pembiayaan non utang sebesar Rp.62 triliun.

Dijelaskan, anggaran sebesar Rp507.5 triliun untuk menutupi pembiayaan seperti diatas berasal dari utang sebesar Rp502.4 triliun, dan sebesar Rp5.1 triliun dari non utang.

Dikatakan, ini semua atau anggaran utang sebesar Rp507.5 triliun hanya dipergunakan seperti gali lubang untuk menutupi lubang yang bernama utang, bukan untuk kebutuhan invesatasi dalam bentuk proyek proyek yang produktif.

Sehingga, tandasnya, pada akhir tahun 2015, rezim Jokowi akan punya utang sebesar Rp3.303 triliun yang akan dibebanin kepada pembayaran pajak.

“Artinya, gara gara rezim Jokowi punya utang sampai sebesar Rp 3.303 triliun maka setiap penduduk akan punya utang sebesar Rp13 juta perorang. Maka mari kita ucapin salam buat Presiden Jokowi sebagai salam gigit jari atas prestasi rejim Jokowi menambah utang sebesar Rp507 triliun,” demikian Uchok. [zul/rmol]

loading...
Click to comment
To Top