Kekeringan, Ganjar: Kabupaten Koordinasi dengan Pemprov – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kekeringan, Ganjar: Kabupaten Koordinasi dengan Pemprov

SEMARANG, RAJA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginstruksikan seluruh jajaran di lingkungan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk berkoordinasi dalam menghadapi kekeringan yang mulai melanda di beberapa wilayah pada 2015.

“Saya minta pemerintah kabupaten/kota untuk berkoordinasi dengan Pemprov Jateng guna menghadapi kekeringan,” kata Ganjar di Semarang, Kamis.

Ganjar menjelaskan bahwa koordinasi antarjajaran dalam menghadapi kekeringan itu diperlukan terutama yang bersifat kebutuhan masyarakat seperti air bersih dan untuk areal pertanian. “Untuk pertanian, sudah banyak yang melapor ke saya, terus saya tanya ada sumber air atau tidak dan kalau ada kira-kira yang dibutuhkan apa? Apakah (pengadaan) pompa, pembuatan sumur, atau yang lain,” ujarnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jateng itu secara khusus telah menugasi Dinas Pertanian dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air untuk “stand by” secara teknis.

Untuk yang bersifat koordinasi kewilayahan, kata Ganjar, tiga Badan Koordinasi Wilayah di Jateng dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah pemerintah kabupaten/kota juga dalam kondisi siaga menghadapi kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah Sarwa Pramana menambahkan bahwa Pemprov Jateng melalui Bakorwil dan pemerintah kabupaten/kota di masing-masing daerah melakukan berbagai upaya mengatasi kekeringan. “Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kekeringan itu, antara lain dengan ‘dropping’ air bersih di daerah-daerah yang sudah dilanda kekeringan,” katanya.

Sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jateng yang sudah dilanda kekeringan itu adalah Kabupaten Rembang, Blora, Grobogan, Pati, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Tegal, Pemalang, Demak, Purworejo, Jepara, dan Kebumen.

Menurut dia, jajaran BPBD di Purbalingga, Cilacap, Purworejo, Jepara, Demak, Wonogiri, Kebumen, dan Blora sudah melakukan “dropping” air bersih dengan total sebanyak 1.653 tangki untuk 487 desa di 122 kecamatan yang dilanda kekeringan. “Upaya lain untuk mengatasi kekeringan adalah melakukan rekayasa hujan serta mengidentifikasi penyaluran air bersih di daerah-daerah yang dilanda kekeringan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, musim kemarau pada tahun akan terus meluas di daerah lainnya dan terjadi hingga November 2015. “Dampak kekeringan itu tidak hanya rumah tangga, tetapi juga lahan pertanian,” kata Sarwa tanpa menyebutkan berapa luasan lahan pertanian yang terdampak pada bencana kekeringan itu. (in)

loading...
Click to comment
To Top