Berantas Serangan Keong, TNI Terjun ke Sawah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Berantas Serangan Keong, TNI Terjun ke Sawah

BATANG – Musim tanam padi tahun ini memang kurang menguntungkan bagi sebagian petani. Bukan saja karena kekurangan air akibat kemarau tetapi juga serangan hama yang merajalela dan mengancam tanaman padi baru yang ditanam dan sedang dalam perawatan. Seperti di Kecamatan Tersono Batang, ratusan hektar sawah terancam gagal panen karena terserang hama walang, sundep/penggerek dan keong.

Yang paling mengkhawatirkan dan sulit diberantas adalah serangan keong yang selain cepat sekali perkembangbiakannya tapi juga paling ganas menyerang. Untuk mengatasi hal itu anggota Koramil 06 Tersono Batang menggandeng PPL Kecamatan Tersono dan warga masyarakat bersama-sama terjun ke sawah dengan melakukan penyemprotan dan pengambilan keong dengan cara manual. Berkat komunikasi dan kerjasama Babinsa dan pihak terkait, kegiatan tersebut dilakukan pada Minggu (2/8) kemarin di lahan sawah percontohan milik Haji Arwani seluas lebih kurang satu hektar yang terletak di Desa Tersono Kecamatan Tersono Batang.
Empat anggota Koramil 06 Tersono dipimpin Pelda Arifin beserta lima anggota PPL Kecamatan Tersono pimpinan Hartono, SIP melakukan penyemprotan dengan menggunakan obat bantuan dari Dinas Pertanian setempat seperti ZPT, Moluskisida, Insektisida untuk membasmi hama yang sudah mulai mengkhawatirkan tersebut. Selain itu sebagai pemulih tanaman ditambahkan pupuk daun agar tanaman subur dan menghijau kembali kembali.
Danramil 06 Tersono Kapten CZI Agus Daryanto melalui Babinsa Pelda Arifin mengatakan, kegiatan ini adalah sebagian dari kegiatan rutin yang dilakukan TNI untuk masyarakat. Wilayah Tersono sebenarnya mempunyai lahan yang subur dan mempunyai pengaturan irigasi yang baik. Air mengalir sepanjang tahun sehingga petani tidak pernah mengalami kekeringan. Tetapi masa tanam yang tidak bersamaan membuat hama mudah menyerang dan terkadang sulit dikendalikan seperti yang terjadi saat ini.
Tanaman padi yang sedang tumbuh diserang dari atas dan bawah oleh walang, sundep dan keong. “PPL dan Dinas Pertanian yang kami ajak menyambut baik dan mengirim bantuan obat serta tenaga PPL untuk terjun langsung ke sawah sekaligus memberikan penyuluhan. Sengaja kami memilih lahan milik Haji Arwani ini dengan pertimbangan sudah termasuk yang paling parah terserang hama. Jika ini berhasil masyarakat akan mengikuti tanpa kami komando lagi. Kami berharap kegiatan ini akan terus berjalan agar petani tidak gagal panen,” kata Pelda Arifin.
Hama keong mendapat perhatian khusus karena paling sulit diberantas selain belum ada obat yang ampuh perkembangnan dan migrasinya juga sangat cepat. Dikonsumsi juga tidak bisa karena jenis ini bukan keong sawah yang bisa enak dimakan melainkan keong emas yang beracun. (feb)

Click to comment
To Top