Kasus Kematian Anak di Maros Masih Tinggi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kasus Kematian Anak di Maros Masih Tinggi

FAJARONLINE, MAROS — Angka kematian anak dan ibu di Kabupaten Maros masih terbilang tinggi. Hingga Juni 2015, telah terjadi sedikitnya 30 kasus, meningkat dari 20 kasus pada peride yang sama tahun lalu. Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, drg Sri Purwati.

Berdasarkan data Dinkes sejak 2011 kasus kematian bayi sebanyak 30 kasus, pada 2012 bertambah menjadi 31 kasus, kemudian berkurang pada 2013 menjadi 29 kasus, namun pada 2014 meningkat menjadi 35 kasus, dan pada 2015 hingga bulan juni sudah mencapai 30 kasus.

“Salah satu penyebabnya, banyak ibu yang abai terhadap perkembangan bayinya saat kandungan masih muda,” urainya.

Menurut drg Sri, rata-rata mereka baru memeriksakan kandungannya saat bayi sudah berumur 8 bulan. Akibatnya bidan tidak mampu melakukan tindakan yang sesuai kondisi bayi. Hal tersebut berbanding lurus dengan angka kematian ibu hamil dan angka kematian balita. “Hal ini diperparah dengan masih adanya beberapa desa yang belum memiliki bidan, seperti Bentenge yang aksesnya sulit,” bebernya.

Apalagi, anggaran yang disiapkan untuk perbup Kibbla sangat minim. Dari Dinas Kesehatan, Kibbla hanya dianggarkan dikisaran Rp 57 juta per tahun. Angka itu, kata drg Sri hanya cukup membiayai empat program dari puluhan yang diagendakan.

Anggota DPRD Maros Haeriah Rahman berjanji akan meperjuangkan anggaran Kibbla kedepan. Dirinya juga berharap Kibbla terus pro aktif membuat kegiatan serupa agar angka kematian anak dan ibu bisa ditekan. “Kami akan berupaya mengawal program Kibbla, termasuk soal anggaran,” janjinya. (ris)

loading...
Click to comment
To Top