Peter Cech Pernah Isi Posisi Lain Sebelum jadi Kiper – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Peter Cech Pernah Isi Posisi Lain Sebelum jadi Kiper

FAJARONLINE, LONDON – Petr Cech terkenal sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia. Cech justru mengawali sebagai penjaga gawang di hoki es ketika musim dingin melanda Plzen, sebuah kota yang terletak di bagian barat Republik Ceko.

Posisi itu dia tinggalkan ketika dia masuk ke sebuah klub lokal sepak bola di Plzen, Skoda Plazen atau yang sekarang dikenal dengan FC Viktoria Plzen.  Cech memilih bermain di posisi winger kiri atau penyerang.

“Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi penjaga gawang,” ujar Cech saat wawancara di Arsenal Magazine.  Pandangan Cech kemudian berubah setahun setelah dia bergabung dengan Plzen. Itu pun karena ketidak sengajaan.  Saat itu, timnya membutuhkan penjaga gawang untuk suatu pertandingan.

Sementara, dari stok pemain yang ada, tidak satu pun yang potensial menjadi kiper.”Pelatih saya kala itu langsung menunjuk saya, kamu harus mencobanya, begitu yang dia katakan. Saya hanya bisa menjawab, kalau saya hanya mau melakukannya untuk satu laga itu saja, tidak untuk berikutnya,” kenangnya.

Ternyata, debut Cech sebagai kiper sepak bola cukup memuaskan.  Ini yang menyebabkan terjadinya perbedaan pendapat di ofisial Plzen.  Pelatih kepala ingin agar Cech kembali ke posisi winger.  Sebaliknya, pelatih kiper meminta Cech untuk berlatih bersama penjaga gawang. “Makanya sampai setahun awal, saya kadang main sebagai winger, kadang juga sebagai pemain di bawah mistar. Tergantung siapa dulu lawannya,” lanjutnya.

Tiga tahun kemudian, sebuah kecelakaan  menimpa Cech.  Kecelakaan ini pula yang mengubah nasib dan posisi kiper timnas Rep Ceko tersebut. Cech mengalami cedera patah tulang di kakinya dan cedera itu membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihan. Sehingga, otomatis dia tidak bisa lagi dimainkan sebagai pemain di posisi winger.

“Saya bahkan tidak mampu berlari. Menjadi penjaga gawang itu berarti saya bisa duduk, bisa berbaring, menangkap bola, dan tetap berguna dalam latihan. Itu yang kemudian jadi perbedaan terbesar dalam hidup saya. Setelah itu, saya menegaskan diri untuk tetap main di posisi penjaga gawang,” cetus pemain bertinggi 196 sentimeter itu.

Sebuah keputusan yang tidak salah. Apalagi ketika dia dipercaya menjadi orang terakhir di pertahanan Chelsea, pada musim panas 2004 silam. Bersama The Blues-julukan Chelsea, Cech menjadi orang Ceko kedua yang mampu mengangkat trofi Premier League setelah winger Manchester United, Karel Poborsky pada musim 1996-1997.

Bahkan, pemain berjuluk Mr Perfect ini melebihi prestasi Poborsky dengan empat kali juara Premier League. Terakhir, dia memberi Chelsea juara pada musim lalu dengan mencatat lima cleansheet dari tujuh caps. Nah, karena gerah hanya menjadi cadangan Thibaut Courtois, Cech pun memutuskan perpisahannya dengan Chelsea musim panas ini.

Bermain di klub berbeda, menurut Cech, yang dibutuhkan hanya mempelajari kerjasama dengan pemain belakang. Jika di Chelsea dia sudah merasa klop dengan John Terry, maka di Arsenal dia harus mematangkan kerja sama dengan pertahanan Arsenal yang dikordinir Per Mertesacker.

Dia siap untuk banyak berteriak mengatur penjagaan pemain belakang Arsenal, terutama saat harus bersua lagi melawan Chelsea di Community Shield malam nanti. “Saya yakin, jika terorganisir, dan fokus, maka peluang untuk menggalang pertahanan yang lebih baik jauh lebih besar. Organisasi tim yang paling utama,” paparnya.

Keputusan bergabung bersama Chelsea diakui Cech jauh dari perkiraan banyak pihak.  Cech juga menegaskan bahwa dirinya tak menyimpan dendam terhadap Jose Mourinho. Sebaliknya, dilansir dari Daily Mail, bukan Mourinho penyebab dia hengkang.

Melainkan adanya persamaan filosofi dengan Arsene Wenger.

Wenger sendiri mengakui kalau Cech memang ingin bergabung dengan Arsenal.  Keinginan itu disambut dengan tangan terbuka.  Pasalnya, dengan usia 33 tahun, Wenger menilai Cech masih bisa memberikan kontribusi selama tiga atau empat musim mendatang.

Pelatih asal Prancis ini menyebut performa Cech merupakan kombinasi tiga aspek, kualitas, kelincahan, dan postur tubuh. “Makanya, Cech pun cocok dengan sepak bola Inggris. Di sini, dia akan seperti Edwin van der Sar.  Dia (Van der Sar) hengkang menuju Manchester United saat usianya menginjak kepala tiga, dan menuai sukses di Premier League,” puji Wenger. (ren/bas)

 

Click to comment
To Top