Muhammadiyah Tetap Kawal Kebijakan Pemerintah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Muhammadiyah Tetap Kawal Kebijakan Pemerintah

FAJARONLINE, MAKASSAR — Genderang Muktamar ke-47 Muhammadiyah ditabuh di Kota Makassar, pagi ini. Presiden RI, Joko Widodo, dipastikan membuka Muktamar di lapangan Karebosi, Kota Makassar.

Sebanyak 39 calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah dipilih dan akan dibawa ke arena muktamar untuk menentukan 13 anggota PP Muhammadiyah. Satu di antaranya, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Muhammad Alwi Uddin.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin menekankan, agar pengurus ke depan meninggalkan pola lama. Kata Din, saat ini Muhammadiyah tampil dengan program yang realistis sehingga mampu diwujudkan.

“Program yang terlalu tinggi tetapi sulit dijalankan, tidak perlu lagi kita wadahi. Kita fokus pada hal realistis saja,” katanya.

Tujuan global dan berkemajuan, pun jadi penekanannya. Kendati begitu, Muhammadiyah, lanjutnya Din, tetap pada posisi mengawal kebijakan pemerintah.

“Yang kita hadapi sekarang persoalan kekeringan. Semoga dalam muktamar ini, isu kebutuhan air ini dapat kita rundingkan untuk kemudian menjadi rekomendasi kepada pemerintah,” harapnya.

Din tak merinci banyak soal persoalan kemasyarakatan yang akan berkembang dalam muktamar. Menurutnya, pemikiran dan usulan dari kader Muhammadiyah se-Indonesia sudah tentu akan menyeruak.

Din yakin proses pemilihan 13 angota PP Muhammadiyah maupun ketua umumnya tidak akan diintervensi pihak manapun. “Memilih ketua umum itu sama seperti memilih imam salat di masjid kampung. Semua saling tunjuk, tidak ada yang mengajukan diri,” tuturnya.

Ketua Panitia Muktamar, Dahlan Rais menuturkan, sistem pemilihan PP Muhammadiyah tetap sama seperti pemilihan yang dilakukan majelis tanwir. Setiap pemilik suara menuliskan 13 nama yang dipilih menjadi anggota PP Muhammadiyah. Peraih suara terbanyak dari urutan pertama hingga urutan 13 otomatis akan menjadi anggota PP Muhammadiyah.

“Ke-13 orang ini yang nanti akan bermusyawarah untuk menunjuk salah satu di antara mereka menjadi ketua Umum PP Muhammadiyah,” terangnya kemarin. Tidak ada jaminan peraih suara terbanyak di tataran majelis tanwir bakal terpilih menjadi anggota PP Muhammadiyah.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Muhammad Alwi Uddin, makin percaya diri menghadapi pemilihan 13 formatur dalam sidang muktamar. Setelah namanya masuk 39 calon tetap, Alwi mengaku siap mengemban amanah sebagai ketua Pimpinan Pusat, bahkan posisi ketua umum.

Alwi mengklaim telah mengantongi dukungan dari PWM se-Indonesia Timur. Katanya, dari awal dukungan para PWM dari daerah lain yang membuatnya bersedia ikut dicalonkan sebagai ketua pimpinan pusat.

“Proses sudah jalan, saya siap hadapi takdir saya,” ujar Alwi Uddin saat ditemui di Kampus Unismuh, Minggu 2 Agustus.

Kini Alwi mengharapkan komitmen peserta muktamar yang pernah menyatakan dukungan. “Kalau semua solid dan komitmen, tentu kita lolos (13 formatur). Tetapi sekali lagi diingat, kita di Muhammadiyah tak boleh ada intrik politik. Biarkan saja mengalir apa adanya,” lanjutnya.

Jalan Alwi memang tak mudah. Apalagi merebak isu persaingan kekuatan kubu Yogyakarta dan Jakarta. Namun, dukungan PWM se-Intim dinilai sudah cukup mengamankan Alwi masuk 13 formatur.

Wilayah Indonesia Timur terdiri atas beberapa PWM. Di wilayah Sulawesi misalnya, ada 6 PWM. Papua 2, Maluku 2, Kalimantan 5, tambah lagi Nusa Tenggara 2 PWM. Total ada 17 PWM yang mendukung.

Di tempat terpisah, calon ketua PP Muhammadiyah lainnya, Khoiruddin Bashori juga mulai bergerilya mencari dukungan. Salah satu caranya, melalui wadah Reuni Akbar Keluarga Besar Alumni Mu’allimin Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta (KABAMMMA), Selasa, 4 Agustus di Gedung Amannagappa, Universitas Negeri Makassar.

Ketua Pusat KABAMMMA ini menuturkan, organisasi rumpun yang didirikan untuk menjalin silaturahmi antar alumni memang selalu menggelar reuni akbar tiap muktamar.

“KABAMMMA punya banyak tokoh, seperti Buya Syafii Maarif. Di Sulsel ada Rasdiana, mantan rektor IAIN,” katanya saat berkunjung di Redaksi Harian FAJAR, kemarin.

Saat ditanya kesiapan maju sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah, Khoiruddin mengaku siap. “Kalau dikatakan siap maju, saya siap dan siap juga untuk kalah,” ujarnya.

Meraba kekuatan 38 calon formatur lainnya, ia mengaku tidak mempermasalahkan hasil tanwir. Berada di posisi 25, ia tetap optimis.

“Muhammadiyah sangat dinamis, sulit memprediksi siapa yang masuk. Belajar dari muktamar-muktamar sebelumnya peluang 39 orang terbuka lebar semua,” ujarnya.

Lain lagi dengan Prof Muhadjir Effendy. Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini mengaku sama sekali tak menolak jika seandainya diberikan amanah. Namun, jika ada yang lebih pantas dan mendapat dukungan dominan maka ia pun bakal ikut mendukung.

“Kita tetap berpegang pada dukungan Muhammadiyah yang menganut sistem kolektif kolegial. Teman-teman banyak yang lebih baik dari saya,” kata Muhadjir merendah. (yus-dly-nursyam-ful/ars-har)

loading...
Click to comment
To Top