BMKG Majene Perkirakan Kemarau Hingga November – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

BMKG Majene Perkirakan Kemarau Hingga November

FAJARONLINE, POLEWALI — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) memperkirakan musim kemarau terjadi hingga November dan puncaknya pada Agustus ini.
Prakirawan BMKG Majene, Arman, menjelaskan musim itu siklus cuaca terjadi di Indonesia. Hanya saja, jika normalnya wilayah Sulbar, musim kemarau terjadi hingga bulan Oktober, dan Nopember masuk musim hujan.
“Akan tetapi, adanya fenomena el nino atau fenomena yang identik kekeringan dan curah hujan sedikit, akan menggeser musim hujan satu bulan,” ujarnya.
Adanya fenomena ini musim hujan terjadi di Sulbar, kata Arman, baru akan terjadi pada bulan Desember. “Data BMKG pusat, kekuatan el nino masuk kategori sedang, hanya Ambon tak terkena dampaknya, tetapi Sulbar terkena dampaknya,” ungkapnya.
Sehingga, jika belajar dari siklus normal musim hujan terjadi pada Desember dan Januari, Februari – April curah hujan berkurang, dan Mei – Juni musim hujan lagi.
“Akan tetapi, justru tahun ini bulan Mei curah menurun, berarti el nino berdampak di Sulbar. Akibatknya, Juli-Oktober musim kering, dan November masuk musim penghujan, tetapi dampak el nino, sehingga Nopember diperkirakan masih terjadi kekeringan,” tuturnya.
Khusus wilayah Polman dan Majene cenderung kering. “Wilayah Pasangkayu dan Mamuju cenderung basah dan hanya tiga hari dan setelah itu kembali lagi kering,” ujarnya.
Tak hanya itu, BMKG juga mengingatkan untuk mewaspadai gelombang tinggi khususnya di Selat Makassar. “Gelombang laut mencapai 3 meter, untuk perairan Polman, Majene, dan Mamuju, dan setelah itu wilayah perairan Pasangkayu ombak 3 meter,” ujarnya. (ham)
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top