Dana Bansos Sapi Bunting Digunakan Beli Baju – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dana Bansos Sapi Bunting Digunakan Beli Baju

FAJARONLINE, P‎AREPARE‎ — Penyidik Kejaksaan Negeri Kota Parepare terus menelusuri aliran dana bantuan sosial (bansos) sapi bunting di Dinas Perikanan Kelautan Pertanian dan Kehutanan (PKPK), Parepare. Salah satunya dengan turun langsung memeriksa puluhan anggota Kelompok tani‎ penerima dana insentif sapi bunting, di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Senin, 3 Agustus.

Hal ini dilakukan untuk melengkapi dokumen dalam rangkaian proses penyidikan kasus dugaan korupsi insentif sapi bunting, Kantor , Parepare. Dalam pengambilan data ini, terungkap bahwa dana ini banyak disalahgunakan anggota kelompok tani.

“Ini adalah rangkaian proses penyidikan yang sementara kami lakukan untuk kasus sapi bunting. Dari pemeriksaan, ternyata banyak penerima bantuan yang fiktif dan menggunakan uang bantuan untuk keperluan yang lain, seperti membeli baju, bukan membeli sapi,” kata Kajari Parepare, Rizal Nurul Fitri.

Dalam APBD Provinsi Sulsel tahun 2014, dana bansos ini dianggarkan Rp600 juta, untuk tiga kelompok tani. Namun dalam penyalurannya, rupanya anggaran itu disalahgunakan dan di duga terjadi pemotongan anggaran.

“Dari hasil pengambilan keterangan ini sendiri, kita mendapati anggota kelompok yang tidak mendapat dana bantuan tersebut. Selain itu, dari keterangan dan pengakuan sejumlah warga anggota kelompok, dana yang diterima tidak sesuai dengan petunjuk tekhnis,” katanya.

Menurut Rizal, dari hasil audit BPKP kasus tersebut telah merugikan keungan negara sekira Rp300 juta lebih.

Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi insentif sapi bunting ini telah menetapkan Lima orang tersangka. Masing-masing tiga orang dari ketua kelompok tani yakni, Muh Saleh, Sukardi, Dan Hasunuddin. Sedangkan dua tersangka lainnya yakni, Kepala Dinas PKPK Hj Damilah Husein dan Pejabat pembuat komitmen (PPK) Ridwan. (syl/wik)

loading...
Click to comment
To Top