Darurat Kekeringan, Pemkab Temanggung Minta Bantuan Pemprov dan Pusat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Darurat Kekeringan, Pemkab Temanggung Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

TEMANGGUNG – Daerah yang paling terasa dengan dampak kemarau di Jawa Tengah adalah Kabupaten Temanggung. Bahkan, Bupati Temanggung telah mengeluarkan status darurat kekeringan. Langkah bupati ini direspon cepat oleh BPBD Kabupaten Temanggung.

Saat ini, BPBD Temanggung sedang mengajukan tambahan bantuan dropping air sebanyak 1000 tangki ke pemerintah provinsi dan pusat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Temanggung Agus Sudaryono yang ditemui di kantornya mengatakan permohonan bantuan karena saat ini memang sudah cukup banyak desa dan dusun yang mengalami kekeringan. Akibatnya, banyak desa atau dusun yang mengajukan permohonan bantuan air bersih.
“Hingga akhir Juli ini sudah ada sepuluh dusun di lima kecamatan yang telah menerima bantuan air bersih, kelima kecamatan tersebut adalah Jumo, Kandangan, Kaloran, Kedu, dan Candiroto namun permintaan dari dusun-dusun lain masih terus bertambah,’’ katanya.
Agus menambahkan, setiap harinya BPBD memberangkatkan 4 armada dengan kapasitas lima ribu liter, satu armada minimal melakukan 2 hingga 3 kali doping. Jadi minimal dalam sehari distribusikan air sebanyak 50 ribu liter.
“Namun mulai minggu depan kita tambah armada menjadi 6, 2 armada tambahan berasal dari Bakorwil, penambahan tersebut dilakukan untuk bisa mengcover semua dusun yang saat ini mengalami krisis air bersih.
Agus mempredisikan bahwa kemarau pada tahun ini akan lebih panjang. Menurut perkiraaan dari BMKG hujan baru akan turun pada akhir Desember. Bila hal tersebut benar benar terjadi maka dipastikan akan semakin banyak dusun yang mengalami kekeringan.
“Selain lima kecamatan yang telah mengalami kekeringan ada enam kecamatan lagi yang berpotensi mengalami hal yang sama, yaitu Kranggan, Kledung, Pringsurat, Selopampang, Tlogomulyo, dan Bulu,’’ ungkapnya.
Untuk mencukupi kebutuhan bantuan air bersih hingga akhir Desember nanti, pihaknya saat ini memohon bantuan dropping dari provinsi sebanyak 400 tangki dan dari pusat sebanyak 600 tangki.
“Kita perkirakan bantuan dropping air sebanyak 250 tangki dari APBD habis di akhir Agustus, karena saat ini saja sudah menyalurkan 60 tangki, bila habis kita pakai yang dari provinsi dan pusat,” katanya
Kendala yang dihadapi oleh BPBD Temanggung adalah mobil tangki yang sudah cukup tua. Hal tersebut diperparah dengan kondisi medan yang sulit. Tidak jarang mobil tangki tidak bisa menjangkau dusun yang dituju.
“Medan yang sulit dengan armada yang sudah tua , tak jarang membuat kesulitan truk tangki untuk bisa mencapai lokasi yang dituju , terpaksa warga menyiapkan tendon air di tempat yang bisa dijangkau,” pungkasnya. (din)

loading...
Click to comment
To Top