Dilarang Besuk, Pengacara OC Kaligis Pertanyakan Sikap KPK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dilarang Besuk, Pengacara OC Kaligis Pertanyakan Sikap KPK

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali tidak mengizinkan kuasa hukum maupun keluarga OC Kaligis untuk bertemu pengacara senior yang ditahan lembaga anti korupsi tersangkut karena tersangkut kasus suap terhadap hakim PTUN Medan.

Kuasa hukum OC Kaligis, Alamsyah Hanafiah, menilai peraturan yang ada sengaja diubah-ubah sebagai upaya KPK untuk menghambat proses pendampingan hukum.

“Persoalannya kenapa hari ini peraturan diubah. Beberapa waktu lalu kami dijanjikan masuk, namun saat sudah sampai rutan Guntur (tempat OCK ditahan), kami kembali tak bisa masuk. Padahal hari ini adalah jam besuk,” kesal Alamsyah Hanafiah saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/7).

Alamsyah melanjutkan, berdasarkan pengakuan petugas piket rumah tahanan KPK cabang Guntur, mereka mendapat perintah dari penyidik KPK untuk melarang bagi siapapun yang ingin bertemu OC Kaligis. Termasuk anak OC Kaligis, Velove Vexia yang tadi pagi tidak mendapat izin bertemu dengan sang ayah.

“Setiap membesuk selalu bikin surat permohonan. Ini tidak dikenal dalam undang-undang maupun aturan di  hukum acara pidana (KUHP),” ungkapnya.

Ia menduga kejadian pelarangan tersebut buntut dari kejadian adu mulut yang terjadi antara tim pengacara Kaligis dengan salah satu penyidik bernama Christian yang terjadi Jumat (31/7) lalu.

Berdasarkan pengakuan pengacara OC Kaligis lainnya, Jhonson Panjaitan, Christian mengusir seluruh pengacara di ruang tunggu penjenguk.

“Baru saya sampai sana, yang namanya penyidik Christian itu teriak, ‘keluar semua penasihat hukum.’ Saya katakan, ‘saya penasihat hukum Pak OC Kaligis.’ Dijawab, ‘penasihat hukum Pak OC Kaligis nggak boleh masuk’. Lalu saya tanya ‘kenapa saya tidak boleh? Saya mau lihat keadaan klien saya karena saya tahu kondisinya sedang tidak baik’,” ungkap Jhonson. [zul/rmol]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top