DPD RI Minta PLN Tingkatkan Sosialisasi Biaya Penggunaan Token – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

DPD RI Minta PLN Tingkatkan Sosialisasi Biaya Penggunaan Token

MEDAN – Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah-rumah warga terkait dengan isu pelanggan listrik pasca bayar yang mengeluh tentang nominal pulsa yang dibeli tidak sesuai dengan jumlah kwh yang diperoleh.

Dalam sidak tersebut, Parlin didampingi langsung oleh GM PLN Sumatera Utara Diyananto, Kepala PLN Area Medan Rizky, Sekretaris Camat Medan Area, Lurah, serta rekan pers di Jalan Rahmatsyah, Kecamatan Medan Area, Medan (3/8).

Berdasarkan itulah muncul inisiatif Parlin untuk mengecek langsung isu yang berkembang di Sumatera Utara. Dalam sidak, GM PLN Sumut Diyananto menjelaskan bahwa biaya Pulsa token yang misalkan dibeli Rp. 50.000,- maka akan dikenakan biaya administrasi yang besarannya disetiap gerai penyedia token berbeda-beda dengan kisaran Rp. 2.500 – Rp.3.500.

Selain biaya administrasi, ada juga dikenakan pajak penerangan jalan (ppj) sebesar 7,5% untuk wilayah Sumatera Utara. Dengan rincian, dari total Rp 50.000 yang dibeli pelanggan, berarti pelanggan hanya memperoleh sekitar Rp. 43.750 dengan biaya adm yang digunakan sebesar Rp. 2.500,-.

Mendengar penjelasan tersebut, Parlindungan dapat menerimanya. Akan tetapi, agar sosialisasi tentang biaya Pulsa token lebih ditingkatkan lagi agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kepala lingkungan setempat. Sosialisasi ini juga tidak hanya di Sumatera Utara namun, harus disosialisasikan di seluruh daerah di Indonesia.

Anggota DPD RI asal Sumatera Utara ini menambahkan bahwa penggunaan token ini lebih menguntungkan pelanggan dibandingkan dengan pelanggan listrik analog. “Tokenkan dapat dikontrol pemakaiannya, lebih hemat, sehingga masyarakat lebih untung”  imbuh Parlin.

[NEXT-FAJAR]

Seperti diketaui dari 3 juta pelanggan listrik yang bersumber Dari PLN di Sumateran Utara, baru 800.000 pelanggan yang sudah beralih ke sistem Pulsa token atau sekitar 26%. Untuk di Kota Medan sendiri 16% memakai sistem token dari total pelanggan PLN 600.000.

“Tentu pelanggan seluruh Indonesia lebih banyak lagi jumlahnya, sehingga sosialisasi itu harus terus ditingkatkan” pungkasnya.

Parlindungan menghimbau, agar masyarakat mulai beralih menjadi pelanggan listrik sistem token karena selain dapat berhemat, sistem token ini juga dapat mengurangi salah satu penyebab kebakaran rumah akibat hubungan arus pendek. “inikan sistemnya Pulsa, jadi kalau keluar rumah dimatikan saja, aliran listrikkan berarti stop” pungkasnya.

Selain masalah token listrik, Parlindungan juga mengatakan bahwa masalah masih adanya pemadaman listrik di Sumatera Utara, dia memahami kondisi tersebut karena sampai saat ini Sumatera Utara masih defisit listrik. “PLN telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengakasi krisis listrik di Sumatera Utara, kita apresiasi, kedepannya kita harapkan PLN Lebih meningkatkan kinerjanya lagi agar saat bulan Ramadhan tahun depan tidak terjadi pemadaman listrik lagi” tutupnya. (hrm)

Click to comment
To Top