Kota Semarang Butuh TPU Baru – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kota Semarang Butuh TPU Baru

SEMARANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang diprediksi tidak mampu lagi menampung warga yang telah meninggal dalam waktu kurang dari empat tahun lagi. Apalagi, sesuai data, jumlah warga yang meninggal terus bertambah setiap tahunnya.

Di tahun 2013 jumlahnya 4.628 jiwa, 2014 5.867 jiwa dan hingga Juli 2015 lalu jumlah orang meninggal sudah mencapai 3.015 orang.
Hal ini dikatakan Kabid Pemakaman Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang Agus Salim.
Dengan luasan lahan TPU milik Pemkot saat ini, bukan tidak mungkin kurang dari empat tahun seluruh pemakaman umum akan penuh.
Dari 528 TPU yang ada di Kota Semarang, hanya 15 di antaranya yang dikelola oleh Pemkot. TPU yang besar di antaranya Bergota 1 dan 2, Trunojoyo dan juga TPU Sompok.
TPU Bergota memiliki luas total 30 hektar namun hanya 2 hektar yang dikelola Pemkot. Adapun TPU Trunojoyo memiliki luas 2,5 Ha dan TPU Sompok 1,5 Ha. “Sisanya memang ada TPU yang dikelola Pemkot namun kecil-kecil. Adapun TPU lain ada yang dikelola warga setempat,” tukasnya.
Sementara Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto mengakui pihaknya terus mengupayakan penambahan jumlah dan luasan TPU baru. Namun banyak kendala yang dihadapi di antaranya penolakan warga sekitar terhadap pembukaan lahan untuk makam di sekitar mereka.
Untuk itu, pihaknya mengupayakan agar para pengembang perumahan mematuhi aturan yang berlaku yakni menyediakan lahan 20 persen dari lahan total mereka untuk digunakan sebagai fasum dan fasos. Dari total lahan tersebut, sekitar 2 persen di antaranya, wajib digunakan sebagai TPU. “Dan ini cukup efektif karena pengembang merespon positif,” imbuhnya. (*)

loading...
Click to comment
Ragam

Kota Semarang Butuh TPU Baru

SEMARANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang diprediksi tidak mampu lagi menampung warga yang telah meninggal dalam waktu kurang dari empat tahun lagi. Apalagi, sesuai data, jumlah warga yang meninggal terus bertambah setiap tahunnya.

Di tahun 2013 jumlahnya 4.628 jiwa, 2014 5.867 jiwa dan hingga Juli 2015 lalu jumlah orang meninggal sudah mencapai 3.015 orang.
Hal ini dikatakan Kabid Pemakaman Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang Agus Salim.
Dengan luasan lahan TPU milik Pemkot saat ini, bukan tidak mungkin kurang dari empat tahun seluruh pemakaman umum akan penuh.
Dari 528 TPU yang ada di Kota Semarang, hanya 15 di antaranya yang dikelola oleh Pemkot. TPU yang besar di antaranya Bergota 1 dan 2, Trunojoyo dan juga TPU Sompok.
TPU Bergota memiliki luas total 30 hektar namun hanya 2 hektar yang dikelola Pemkot. Adapun TPU Trunojoyo memiliki luas 2,5 Ha dan TPU Sompok 1,5 Ha. “Sisanya memang ada TPU yang dikelola Pemkot namun kecil-kecil. Adapun TPU lain ada yang dikelola warga setempat,” tukasnya.
Sementara Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto mengakui pihaknya terus mengupayakan penambahan jumlah dan luasan TPU baru. Namun banyak kendala yang dihadapi di antaranya penolakan warga sekitar terhadap pembukaan lahan untuk makam di sekitar mereka.
Untuk itu, pihaknya mengupayakan agar para pengembang perumahan mematuhi aturan yang berlaku yakni menyediakan lahan 20 persen dari lahan total mereka untuk digunakan sebagai fasum dan fasos. Dari total lahan tersebut, sekitar 2 persen di antaranya, wajib digunakan sebagai TPU. “Dan ini cukup efektif karena pengembang merespon positif,” imbuhnya. (*)

loading...
Click to comment
Ragam

Kota Semarang Butuh TPU Baru

SEMARANG – Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang diprediksi tidak mampu lagi menampung warga yang telah meninggal dalam waktu kurang dari empat tahun lagi. Apalagi, sesuai data, jumlah warga yang meninggal terus bertambah setiap tahunnya.

Di tahun 2013 jumlahnya 4.628 jiwa, 2014 5.867 jiwa dan hingga Juli 2015 lalu jumlah orang meninggal sudah mencapai 3.015 orang.
Hal ini dikatakan Kabid Pemakaman Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang Agus Salim.
Dengan luasan lahan TPU milik Pemkot saat ini, bukan tidak mungkin kurang dari empat tahun seluruh pemakaman umum akan penuh.
Dari 528 TPU yang ada di Kota Semarang, hanya 15 di antaranya yang dikelola oleh Pemkot. TPU yang besar di antaranya Bergota 1 dan 2, Trunojoyo dan juga TPU Sompok.
TPU Bergota memiliki luas total 30 hektar namun hanya 2 hektar yang dikelola Pemkot. Adapun TPU Trunojoyo memiliki luas 2,5 Ha dan TPU Sompok 1,5 Ha. “Sisanya memang ada TPU yang dikelola Pemkot namun kecil-kecil. Adapun TPU lain ada yang dikelola warga setempat,” tukasnya.
Sementara Kepala DTKP Kota Semarang Agus Riyanto mengakui pihaknya terus mengupayakan penambahan jumlah dan luasan TPU baru. Namun banyak kendala yang dihadapi di antaranya penolakan warga sekitar terhadap pembukaan lahan untuk makam di sekitar mereka.
Untuk itu, pihaknya mengupayakan agar para pengembang perumahan mematuhi aturan yang berlaku yakni menyediakan lahan 20 persen dari lahan total mereka untuk digunakan sebagai fasum dan fasos. Dari total lahan tersebut, sekitar 2 persen di antaranya, wajib digunakan sebagai TPU. “Dan ini cukup efektif karena pengembang merespon positif,” imbuhnya. (*)

loading...
Click to comment
To Top