Ngangsu kaweruh, Sibagus Sowan ke Pendahulu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ngangsu kaweruh, Sibagus Sowan ke Pendahulu

SEMARANG, RAJA – Walikota haruss sepenuhnya pimpinan pribadi yang dikorbankan. Jika jadi pemimpin arus  korbankan diri untuk rakyat yang memilih kita.

Pesan itulah yang disampaikan mantan Plt Walikota Saman Kadarusman, saat menerima kunjungan silahturahmi dari pasangan calon walikota Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso, dirumahnya, Jalan Kawi 1, Kelurahan Tegalsari, Senin (3/8).

Jika jadi pemimpin, pribadi yang dikorbankan untuk kepentingan rakyat. “Kepentingan pribadi harus dikesempaikan dan mengutamakan kepentingan umum,” ungkapnya.

Saman mengaku seneng ada generasi muda yang tampil. “Apapun yang terjadi keberadaan generasi muda sangat diperlukan,” ungkapnya.

Saman mengaku menyambut baik pilwakot tahun  ini. “Ada keberanian luar biasa dari Sibagus, muda, semua punya kemampuan membangun Kota Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait kegiatan ngangsu kaweruh, Agus Sutyoso mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mohon doa restu pada sosok yang pernah memimpin Kota Semarang. “Kita sowan mohon doa, arahan, petuah dari dua sosok pendahulu,” ungkap Agus usai bertemu mantan Sekda sekaligus Plt Walikota tersebut.

Pesan yang kita garis bawahi, lanjut Agus, yakni jadi pemimpin adalah jadi pelayan yang baik, harus bersih dan punya etiket yang baik. “Dengan niat yang tulus insyaallah bisa jadi modal untuk lebih semangat untuk melakukan sosialisasi dalam pilwakot,” tutur dia.

?Selain itu, tambah dia, tentunya pemimpin sekarang bukan  penguasa tapi pelayan. “Berkorban diri sendiri, keluarga, dan kelompoknya. Pribadi yang dikorbankan. Bekal ini menambah motivasi bagaimana hadapi proses pilwakot lebih mantaf,” tambahnya.

Pemimpin tidak miliki target cari balen, kita sudah satu kata sangat berat. Kita komit dibesarkan di Kota Semarang dengan rejeki yang melimpah siap dikembalikan ke Kota Semarang. “Betul-betul untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sigit Ibnugroho ditemui usai kegiatan silahturahmi mengaku komunikasi dengan orang berpengalaman dan berhasil membangun Kota Semarang sangat penting?.

“Kita silahturahim untuk membangun situasi lebih baik,” ungkapnya.

Setelah menggelar silahrutahim, pasangan Sibagus menyempatkan diri potong rambut di potong Madura di Jalan Karangrejo, Jatingaleh. Pasangan muda tersebut menyempatkan diri merapikan rambut mereka. “Jika tentang potong rambut di Madura saya sudah sejak tahun 2000. Ya pak Yakin yang selalu memotong rambut saya dari sejak naik motor sampai nyalon walikota,” ungkapnya. (Ibr)

Click to comment
To Top