Aneh, Pemuda Aborijin Lebih Pilih Masuk Penjara Ketimbang di Rumah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Aneh, Pemuda Aborijin Lebih Pilih Masuk Penjara Ketimbang di Rumah

Generasi muda warga Aborijin menganggap dipenjara atau ditahan merupakan jalan hidup yang tepat. Mereka sering memperberat pelanggaran hukum yang dilakukannya agar bisa cukup makan dan tidur aman di penjara ketimbang di rumah. Pemerintah dinilai gagal mengurangi tingkat penahanan warga pribumi.

Komite Referensi Keuangan dan Administrasi Publik saat ini tengah menjalankan penyelidikan mengenai pengalaman warga Aborijin dan Torres Strait Islander mengenai layanan penegakan hukum dan keadilan di Australia.
Ketua Mahkamah Australia Barat, Wayne Martin dalam sidang komite di Perth mengatakan dalam beberapa kasus, anak-anak pribuumi berumur 10 tahun sengaja melakukan kejahatan yang lebih serius karena mereka lebih suka menghabiskan waktu di tahanan daripada di rumah.
“Saya sering sekali mendengar pengakuan semacam itu ketika mengunjungi komunitas di daerah,” kata Hakim Agung Martin dalam sidang komite.
“Anak-anak secara sengaja meningkatkan pelanggaran hukum yang mereka lakukan hanya untuk memastikan mereka akan dibawa ke rumah tahanan sehingga mereka akan mendapat makan dengan baik dan punya tempat yang aman untuk tidur,”
“Itu tragis. Tapi itu terjadi di negara bagian yang sangat kaya dimana seharusnya mereka merawat anak-anaknya sedikit lebih baik dari kita,”
Ketua Mahkamah Juga mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kurangnya layanan penerjemah bagi warga Aborigin, Khususnya di wilayah regional.
Dia menduga sejumlah putusan pengadilan secara teknis bermasalah karena terdakwa tidak mengerti apa yang dikatakan didalam persidangan mereka.
“Agar proses pidana menjadi adil, orang yang menjadi subjek dalam proses itu harus memahami apa yang terjadi,” kata mereka.
“Mereka tidak mengerti apa yang terjadi jika proses persidangan itu dilakukan dengan menggunakan bahasa yang mereka tidak pahami.
“Karena Kesulitan logistik dan sumber daya dalam menyediakan penterjemah begitu besar di negara bagian ini, jadi jumlah penterjemah yang ada sangat tidak memadai,”
“[Akibatnya], secara hukum, proses yang dilakukan tidak sah. Mereka tidak halal.”
Sebelumnya, Amnesty International Tammy Solonec mengatakan kepada komite kalau aturan sanksi hukum yang tersedia kurang beragam sehingga pemenjara seringkali menjadi satu-satunya pilihan sanksi hukum yang dijatuhkan kepada orang Aborijin.
Dia juga mengatakan syarat jaminan bebas bersyarat bagi warga aborijin yang melakukan pelanggaran hukum sering kali juga dibatasi.
Komite Senat akan merilis laporan mereka mengenai penyelidikan ini pada akhir bulan November.
Click to comment
To Top