Kata Jokowi Budaya Nonton Film Masyarakat Indonesia Terbatas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Kata Jokowi Budaya Nonton Film Masyarakat Indonesia Terbatas

RMOL. Presiden Jokowi mengamini usul sutradara ternama Lucky Kuswandi untuk menambah jumlah bioskop di tanah air. Menurutnya, saat ini, bioskop hanya tersedia untuk kalangan menengah atas. Ia menyesalkan hal itu.

“Kami akan siapkan regulasi yang mendukung baik untuk memperbanyak bioskop dan saya yakin dengan pasar yang besar sekali akan sangat menarik bagi investasi untuk memperbanyak bioskop,” ujar Jokowi dalam dialog dengan komunitas kreatif tanah air di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (4/8).

Jokowi mengakui, budaya menonton film dari masyarakat rendah karena belum tersedianya bioskop untuk semua kalangan.

Mantan Wali Kota Solo itu merujuk pada masa mudanya yang sangat jarang menonton film. Pasalnya, jumlah bioskop sangat sedikit saat itu.

Ditambah lagi, kata dia, dulu bioskop dibagi dalam beberapa kelompok. Yakni bioskop untuk kelas atas, menengah dan bawah. Sehingga, kesempatan menonton film menjadi lebih sedikit karena harus menunggu film ditayangkan di bioskop kelas atas.

“Jadi kalau nunggu film itu tayang di bioskop kelas atas, ya saya nontonnya satu tahun kemudian setelah ada di bioskop kelas bawah,” imbuh Jokowi tertawa mengenang masa kecilnya.

Karenanya, saat ini melalui Badan Ekonomi Kreatif (BEK), Jokowi meminta direncanakan pembangunan bioskop merata yang bisa dinikmati semua kalangan. Tidak hanya bioskop di mal-mal besar, tapi juga untuk kelas menengah ke bawah.

“Semua masyarakat kecil harus mendapatkan kesempatan untuk nonton di tempat layak. Kalau kami dulu, nontonnya kadang ada tikus lewat. Sekarang harus layak yang penting semua bisa nonton film,” tandas Jokowi seperti dilansir dari JPNN. [rus]


loading...
Click to comment
To Top