MRP: Golkar Jangan Mati Kutu di Pilkada Serentak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

MRP: Golkar Jangan Mati Kutu di Pilkada Serentak

JAKARTA – Partai Golkar tidak maksimal pada tahapan pengusungan calon kepala daerah serentak tahun ini karena kisruh dualisme pengurus. Realitas tersebut diharapkan tidak membuat Golkar Sulsel mati kutu menyikapi 11 pilkada serentak di 2015.

Pengurus DPP Golkar, Muhammad Risman Pasigai, berharap pengurus Golkar di daerah bisa melupakan tidak maksimalnya partai dalam pengusungan pasangan calon. Salah satu buktinya, Golkar di Sulsel gagal mengusung calon di enam pilkada.

“Golkar perlu secepatnya merapatkan barisan untuk menentukan pengkondisian langkah setelah penetapan pasangan calon. Harus jeli menempatkan langkah dukungan pada pase selanjutnya,” tegas Risman.

Alasannya, sambung Risman, hasil dari pilkada serentak ini akan sangat berpengaruh pada peta kekuatan partai di pileg mendatang. Di mana, Golkar berniat menebus kekalahan pada pileg 2014 lalu.

Kondisi tersebut menjadi tantangan Golkar di daerah, tak terkecuali Golkar Sulsel. “Pilkada ini, dengan banyaknya yang tidak mengusung kader atau tidak mengusung sama sekali menjadi ujian bagi SYL sebagai ketua Golkar di Sulsel. Ini ujian terberat bagi SYL,” tegas Risman.

“Karena pilkada ini menjadi batu loncatan untuk bisa menang pada pileg mendatang, maka Golkar membutuhkan jurus jitu dari sosok Syahrul Yasin Limpo. Saya yakin dan percaya SYL punya seribu satu cara untuk membuat Golkar tetap hidup di pilkada serentak ini, dan tetap menjadi pilihan pada pileg mendatang,” sambung Ketua OKK DPP KNPI ini.

Sebelumnya, Politikus Partai Golkar, Mahyudin menilai tidak bisanya Partai Golkar mengusung kadernya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015 di beberapa daerah, merupakan suatu kerugian besar.

Pasalnya di banyak daerah, Partai Golkar tidak bisa mengusung calon lantaran masih bersengketa.

“Ini jelas kerugian yang besar, hal itu dikarenakan tidak sinkronnya kedua pengurus antara keputusan yang dibuat oleh Pak Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Mudah-mudahan pada pilkada putaran kedua 2017 dan terakhir 2019 tidak terulang seperti ini lagi,” ujar Mahyudin, kepada wartawan beberapa waktu lalu. (hrm)

To Top