Gedung Bank Jateng Dibongkar untuk Proyek Simpang Lima – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Gedung Bank Jateng Dibongkar untuk Proyek Simpang Lima

BOYOLALI, RAJA – Gedung bagian belakang Kantor Bank Jateng Boyolali mulai dibongkar. Pembongkaran sebagian gedung kantor itu untuk memuluskan proyek jalan simpang lima.

Pembongkaran dimulai dari trotoar jalan yang berimpitan dengan tembok keliling Kantor Bank Jateng Boyolali. Selain itu, beberapa gedung di bagian belakang juga mulai dibongkar.

Untuk diketahui, saat ini gedung Bank Jateng Boyolali sudah menjadi aset Pemkab setempat. Meskipun Bank Jateng masih beroperasi di kantor tersebut, Pemkab Boyolali membongkar sebagian gedung untuk dibangun jalan simpang lima.

Sementara, Bank Jateng masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi di kantor baru, yaitu di Gedung Investasi Jl. Merbabu.

Kabid Aset Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boyolali, Sri Mulyanto, menyampaikan pembongkaran Kantor Bank Jateng itu sudah melalui koordinasi dengan instansi terkait termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM.

“Dari Jl. Merapi juga akan dibongkar masuk selebar empat meter. Begitu juga yang dari Jl. Merbabu juga dibongkar selebar empat meter,” kata Sri, Rabu (5/8) kemarin.

Dijelaskan, pembongkaran sebagain gedung Bank Jateng tidak akan menganggu operasional bank yang hingga kini masih berjalan. Karena bangunan utama tidak ikut dibongkar, sebelum ada izin. Rencananya, pembongkaran bangunan untuk proyek simpang lima hanya memakan waktu tujuh hari. Setelah itu, DPU dan ESDM mulai membangun jalan simpang lima.

Beberapa bangunan yang selanjutnya bakal terkena proyek simpang lima antara lain sebagian Markas Polsek Boyolali Kota, bahkan mantan Bupati Seno Samodro sebelumnya pernah menyebutkan proyek jalan akan sedikit mengepras tembok kantor Pengadilan Agama, yang berlokasi tepat di sisi selatan Jl.Merapi.

Kepala DPU dan ESDM Boyolali, M.Qodri, memastikan proyek jalan simpang lima akan berjalan sesuai jadwal. Setelah peletakan batu pertama akhir pekan lalu, DPU&ESDM akan mensterilkan kawasan itu dari pedagang kaki lima (PKL).

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polres Boyolali untuk mengatur arus lalu lintas, mengingat proyek simpang lima ini berada di tengah kota. “Jangan sampai proyek ini membuat arus kendaraan jadi tersendat,” tandasnya. (sp-tm)

To Top