Neh Daftar Nama Kementrian Pemalas, CBA Minta DPR Turun Tangan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Neh Daftar Nama Kementrian Pemalas, CBA Minta DPR Turun Tangan

RMOL. Di tengah wacana reshuffle kabinet, Centre for Budget Analysis (CBA) membeberkan kementerian termalas dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi. Dalam semester I APBN 2015, serapan baru sebesar 26 persen dari total APBN 2015 atau realisasi anggaran baru sebesar Rp 208,5 triliun.

“Dengan minimnya penyerapan ini, berarti kementerian yang rendah penyerapannya bisa dinilai sebagai kementerian yang paling pemalas, dan memang perlu evaluasi, atau diganti saja karena bertentangan dari motto Presiden Jokowi ‘kerja kerja kerja’ menjadi ‘malas malas malas’ atau pemalas,” kata Direktur CBA Uchok Sky Khadafi dalam rilis yang diterima Rabu (5/8).

CBA merinci kementerian yang mempunyai daya serap yang rendah dalam semester I untuk realisasi APBN 2015, atau kementerian pemalas dengan berurutan sebagai berikut: Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (3.7 persen); Kementerian ESDM (9.0 persen); Kementerian Tenaga Kerja (9.2 persen); Kementerian Dalam Negeri (10.4 persen); Kementerian Perhubungan (10.7 persen).

Selanjutnya, Kementerian Pariwisata (11.3 persen); Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (11.4 persen); Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (12.6 persen); Kementerian Komunikasi dan Informatika (12.7 persen); Kementerian Perdagangan (15.9 persen); dan Kementerian Perindustrian (16.6 persen).

“Dari persoalan di atas, CBA meminta kepada DPR atau komisi terkait untuk memanggil menteri menteri tersebut untuk segera mengevaluasi kinerja mereka yang jeblok lantaran penyerapan anggarannya hanya di bawah 17 persen,” ujar Uchok.

Uchok menegaskan lagi para menteri yang penyerapan anggaran rendah atau di bawah 17 persen, kalau masih punya rasa malu, dan tidak gila kekuasaan, lebih baik memundurkan diri saja.

“Selain itu, rendahnya penyerapan anggaran ini membuktikan selama ini mereka hanya makan tunjangan dan gaji buta saja, serta menikmati fasilitas negara tanpa ada rasa tanggungjawab,” demikian Uchok. [rus]


loading...
Click to comment
To Top