Pasca Aduan Warga Sayung ke DPRD Demak, Jalan Utama Desa Tetap Dipakai Berjualan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Pasca Aduan Warga Sayung ke DPRD Demak, Jalan Utama Desa Tetap Dipakai Berjualan

DEMAK – Meski sudah ada pertemuan antara warga Desa Sayung dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Demak, Dinperindagkop UMKM, Satpol PP, dan Balai Besar PU PERA Provinsi Jateng terkait gangguan akses jalan utama desa yang digunakan sebagai ajang transaksional para penjual dan pembeli di area Pasar Sayung, akan tetapi hingga hari ini jalan tersebut masih ramai oleh aktivitas perniagaan maupun lahan parkir.

Seperti diberitakan sebelumnya, hasil audiensi mengabulkan permintaan dari warga Sayung agar dinas terkait seperti Disperindagkop UMKM dengan Satpol PP bersama Komisi B dan C untuk segera mungkin melakukan penertiban pedagang pasar dan parkir yang menutupi jalan utama Desa Sayung.
Sonhaji, Sekretaris Komisi B pada saat audiensi mengapresiasi keluhan warga yang aktivitasnya terganggu hampir sepuluh tahun. Menurutnya warga sudah cukup bersabar menghadapi kondisi tersebut, sehingga pemerintah memang harus segera turun tangan untuk mengatasinya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi C DPRD Demak Rozikan. Pihaknya meminta kepada Disperindagkop UMKM dan Satpol PP segera bertindak untuk mentertibkan permasalahan yang dihadapi warga Sayung.
Sementara Shokip Kabid Pasar dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Dinperindagkop) UMKM dan Yulianto Kepala Satpol-PP Demak mengaku siap akan mentertibkan pedagang dan aktivitas lainnya yang mengganggu jalan utama Desa Sayung itu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, setiap pagi warga Desa Sayung yang akan melakukan aktivitas harus mencari celah jalan untuk menghindari para pedagang dan parkir yang menutupi badan jalan utama Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Aktivitas tersebut sudah berjalan selama hampir 10 tahun, dimulai pasca kebakaran Pasar Sayung tahun 2002.
Akibat tertutupnya jalan tersebut, Pj Kepala Desa Sayung Munawir,SH.I,SH menjelaskan bahwa dirinya meskipun baru menjabat sebagai Kepala Desa sementara sudah banyak keluhan dari warganya terkait tertutupnya jalan utama desa dari pagi hingga siang hari itu.
“Kami sudah melakukan upaya setelah hasil musdes, diantara papanisasi larangan juga sudah beraudiensi dengan DPRD Demak serta instansi terkait, untuk selanjutnya kami masih menunggu tindakan serius dari yang mempunyai kebijakan,” kata Munawir.
Munawir juga menambahkan, pihaknya tidak ingin adanya tindakan dari warga langsung untuk melakukan sterilisasi jalan desa itu, soalnya warga sudah cukup sabar menunggu penertiban yang hampir sepuluh tahun lamanya. (fiz)

loading...
Click to comment
To Top