Pembenahan Dwelling Time Harus Diikuti Supremasi Hukum – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Pembenahan Dwelling Time Harus Diikuti Supremasi Hukum

JAKARTA – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan dalam menuntaskan dugaan kasus suap dan pembenahan sistem bongkar muat dan lamanya proses administrasi di pelabuhan (dwelling time) harus dilakukan pembenahan internal dan penghormatan akan supremasi hukum harus berjalan seiring untuk mengatasi potensi korupsi dan kendala birokrasi sektor perdagangan.

Pernyataan Menteri tersebut diapresiasi Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Abdul Aziz Khafia, Kamis (6/8). Menurutnya, langkah Mendag sudah tepat. Karena, selain membenahi internal, Mendag juga terbuka dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Apa yang dilakukan Mendag sudah tepat. Dua-duanya berjalan antara membenahi internal dan penghormatan akan supremasi hukum,” kata Abdul Azis.

Hal serupa juga diutarakan pengamat ekonomi Timbul Tampubolon. Dia menilai pembenahan sistem dweling time di pelabuhan mendesak untuk dilakukan selain mengapresiasi sikap Mendag tersebut.

Olehnya itu, penyidik Polda Metro Jaya juga harus mengusut tuntas dugaan permainan suap dan praktik korupsi di sektor tersebut. Timbul menyarankan sistem perizinan ke luar masuk barang dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok dipangkas, sehingga tidak sampai melibatkan 11 kementerian.

Dia bahkan menyarankan cukup satu kementerian yang mengurusnya karena yang paling penting output-nya berupa pemasukan kas negara.

“Semakin banyak kementerian yang terlibat dalam sistem itu, akan makin menyusahkan birokrasinya. Tinggal menunjuk kementerian apa yang ditugaskan mengurusnya. Dari pada satu atap, lebih baik ditugaskan satu kementerian yang bertanggung jawab,” ujarnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top