Pengamat: Arjuna Bagai Nakhoda tanpa Penumpang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Pengamat: Arjuna Bagai Nakhoda tanpa Penumpang

FAJARONLINE, MASAMBA — Duel Arifin Junaidi dengan Indah Putri Indriani dalam pilkada Luwu Utara (Lutra) Desember 2015 mendatang dipastikan berlangsung ketat. Keduanya saat ini menjabat bupati dan wakil bupati. Pecah kongsi makin mengemukan sejak Indah Putri mendaftar di beberapa parpol dengan membidik kursi 01.

Alhasil, Indah sukses mendapat tiket PDIP, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat. Amunisi Indah makin menguat menyusul kesediaan Thahar Rum turun kasta menjadi calon wakil bupati. Thahar merupakan rival berat Arifin Junaidi-Indah Putri pada pilkada sebelumnya. Meski demikian peluang Indah menduduki kursi 01 masih terbilang terjal. Arifin sudah memiliki investasi politik yang lebih besar ketimbang Indah. Maklum Arifin sebelumnya pernah menjabat wakil bupati pada periode kedua Luthfi A Mutty. Ketua DPD II Partai Golkar Luwu Utara itu juga mendapat sokongan koalisi tiga parpol Islam, PAN, PKS, dan PKB serta satu parpol nasionalis, Hanura.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri Alauddin, Firdaus Muhmamad, menilai, kendala Arifin yang harus dihadapi kemungkinan tidak jalannya mesin Golkar di Luwu Utara lantaran dualisme kepemimpinan di tingkat DPP. “Memang agak sulit bagi Arjuna bisa memaksimalkan kerja mesin politik Golkar. Apalagi, Golkar Luwu Utara tidak bisa mengusung,” ujar Firdaus Muhammad dikutif dari beberapa online di Makassar, sesaat lalu, Kamis 6 Agustus. “Keikutsertaan Arjuna dalam pilkada tanpa mendapatkan usungan Golkar, ibarat kapal tanpa penumpang yang akan terobang-ambing dalam pelayaran,” demikian Firdaus. (rilis)

To Top