Antisipasi El Nino, Pemerintah Kerahkan Seluruh Kemampuan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Antisipasi El Nino, Pemerintah Kerahkan Seluruh Kemampuan

FAJARONLINE, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera)  mengerahkan seluruh upaya untuk menyediakan air bagi sawah dan ladang pertanian yang mengalami kekeringan panjang.

Menurut Presiden, masalah vital saat kekeringan adalah ketersediaan air. Karena itu penting untuk membangun sumur-sumur di lahan yang mengalami kekeringan, di samping memastikan waduk, embung, dan saluran irigasi berfungsi.

Demikian arahan Presiden Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas tentang Dampak El Nino pada Terhadap Ketahanan Pangan, Kamis (6/8) di Jakarta. Rapat serupa yang membahas dampak El Nino terhadap kekeringan dan upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan juga sudah digelar 31 Juli lalu.

Pemerintah memandang serius dampak El Nino dan menyiapkan antisipasi sedini mungkin, karena besar pengaruhnya baik di bidang pertanian, kehutanan, maupun perikanan.

“Dampak El Nino akan memukul rakyat kecil. Mereka yang harus kita selamatkan lebih dulu,” tegas Jokowi.

Selain meminta laporan detail tentang sawah dan ladang yang gagal panen akibat kekeringan, Presiden juga meminta Mentan melakukan langkah-langkah  penyelamatan. Di antaranya berkoordinasi dengan kepala daerah untuk memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk membuat program antisipasi gagal panen.

Pemerintah akan menyediakan dana sekitar Rp 6,6 triliun dari DAK yang bisa dipakai untuk pembangunan embung, dam-parit dan sumur air tanah dangkal, khususnya di daerah endemis kekeringan dan sawah tadah hujan.

Jokowi  juga menekankan, dalam situasi kekeringan, yang tak kalah penting adalah menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga bahan kebutuhan pokok. Untuk itu Presiden meminta Mentan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan bahan kebutuhan pokok, tak hanya beras, tersedia dengan harga terjangkau di pasar. Kalau perlu dengan terus melakukan  operasi pasar.

Sejauh ini Kementerian Pertanian telah mengantisipasi  kekeringan dengan berbagai kegiatan. Di antaranya rehabilitasi 1,3 juta ha jaringan irigasi tersier, bantuan pompa air 21,678 unit, membangun embung 1,000 unit, membangun dam parit/long storage,  membangun sumur air sawah dangkal, menggerakkan brigade kekeringan, dan merevisi APBN 2015 sebesar Rp 500 miliar untuk menangani kekeringan.

Hasil kegiatan yang dilakukan sejak November 2014  hingga Juli 2015 itu mampu menyelamatkan lahan seluas 114,701 ha dari ancaman puso. Itu terjadi karena adanya penambahan luas tambah tanam pada periode Oktober 2014-Maret 2015 seluas 238,669 ha.

loading...
Click to comment
To Top