Mengerikan! Nenek 68 Tahun Ini Bantai dan Makan Bagian Tubuh 14 Korbannya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Mengerikan! Nenek 68 Tahun Ini Bantai dan Makan Bagian Tubuh 14 Korbannya

RUSIA – Apa yang dilakukan oleh nenek di Rusia bernama Tamara Samsonova ini benar-benar mengerikan. Di usianya yang sudah 68 tahun, bekas pegawai hotel itu menyandang status sebagai pembunuh berantai alias serial killer. Korbannya pun tak tanggung-tanggung sebanyak 14 orang.

Nenek yang tinggal di St Petersburg, Rusia itu diyakini melakukan aksi sadis ketika menghabisi korban-korbannya. Yakni menggergaji kepala dan memutilasi tubuh korban, serta mengeluarkan paru-parunya.

Polisi meyakini Tamara membius korban-korbannya terlebih dulu sebelum menyembelih mereka. Kabarnya, Tamara tak hanya memutilasi korban-korbannya, tetapi juga memakan bagian tubuh mereka.

Media Rusia pun menyebut Nenek Tamara seperti Hannibal Lecter, tokoh antagonis dalam film Silence of The Lambs yang diperankan aktor Anthony Hopkins. Kini, julukan Tamara adalah Grannyball Lecter.

Aksi keji Tamara awalnya memang tak terendus. Tapi ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga, ternyata aksi Tamara ketahuan juga.

Ia secara tak sengaja terekam CCTV saat membawa bungkusan mencurigakan.  Ternyata, bungkusan itu adalah potongan tubuh Valentina Ulanova, wanita 72 tahuh yang sebenarnya teman Tamara.

Polisi kemudian menemukan mayat Ulanova yang sudah tak utuh lagi di dekat sebuah kolam. Selanjutnya, polisi langsung menahan Tamara karena disangka membunuh Ulanova.

[NEXT-FAJAR]

Namun ketika flat tempat tinggalnya digeledah, polisi menemukan hal mencengangkan. Yakni sebuah diary tulisan tangan Tamara yang di dalamnya tertulis nama-nama korban. Dari diary itu pula diketahui bahwa jumlah korban aksi keji Tamara mencapai 14 orang.

Polisi juga menduga Tamara membunuh suaminya sendiri. Sebelumnya polisi memang tak curiga ketika suami Tamara dinyatakan hilang pada 2005.

Di antara korban adalah seorang pria yang kartu namanya ditemukan di rumah Tamara. Hanya saja kepala, kaki dan lengannya sudah terpotong.

Dalam buku catatan hariannya, Tamara juga mengaku pernah menjagal penyewa indekos di flat-nya. Bahkan ia merinci aksi kejinya itu ke dalam diary.

“Aku membunuh penyewa bernama Volodya, memotongnya menjadi beberapa bagian di dalam kamar mandi dengan sebuah pisu, meletakkan potongan-potongan tubuhnya ke dalam kantong plastik dan kemudian membuangnya,” tulis Tamara dalam catatan hariannya.

Pekan ini Tamara dibawa ke pengadilan atas tuduhan membunuh Valentina Ulanova. Di hadapan hakim, Tamara tetap terlihat tenang. “Saya sudah siap menghadapi pengadilan ini sejak belasan tahun. Ini semua saya sengaja. Dengan pembunuhan terakhir maka saya menutup bab ini,” katanya.

Tamara bahkan memberi jawaban mengejutkan ketika hakim mememerintahkan agar ia dipenjara. “Saya perintahkan kamu dipenjara. Bagaimana menurutmu?” tanya tanya Roman Chebotaryov, hakim yang mengadili kasus itu.

Namun, nenek yang kini sudah berstatus tahanan itu menjawab ringan. “Anda yang memutuskan, Yang Mulia. Saya bersalah dan layak atas hukuman,” ujar Tamara. (dailystar/ara/jpnn)

Click to comment
Internasional

Mengerikan! Nenek 68 Tahun Ini Bantai dan Makan Bagian Tubuh 14 Korbannya

RUSIA – Apa yang dilakukan oleh nenek di Rusia bernama Tamara Samsonova ini benar-benar mengerikan. Di usianya yang sudah 68 tahun, bekas pegawai hotel itu menyandang status sebagai pembunuh berantai alias serial killer. Korbannya pun tak tanggung-tanggung sebanyak 14 orang.

Nenek yang tinggal di St Petersburg, Rusia itu diyakini melakukan aksi sadis ketika menghabisi korban-korbannya. Yakni menggergaji kepala dan memutilasi tubuh korban, serta mengeluarkan paru-parunya.

Polisi meyakini Tamara membius korban-korbannya terlebih dulu sebelum menyembelih mereka. Kabarnya, Tamara tak hanya memutilasi korban-korbannya, tetapi juga memakan bagian tubuh mereka.

Media Rusia pun menyebut Nenek Tamara seperti Hannibal Lecter, tokoh antagonis dalam film Silence of The Lambs yang diperankan aktor Anthony Hopkins. Kini, julukan Tamara adalah Grannyball Lecter.

Aksi keji Tamara awalnya memang tak terendus. Tapi ibarat pepatah sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga, ternyata aksi Tamara ketahuan juga.

Ia secara tak sengaja terekam CCTV saat membawa bungkusan mencurigakan.  Ternyata, bungkusan itu adalah potongan tubuh Valentina Ulanova, wanita 72 tahuh yang sebenarnya teman Tamara.

Polisi kemudian menemukan mayat Ulanova yang sudah tak utuh lagi di dekat sebuah kolam. Selanjutnya, polisi langsung menahan Tamara karena disangka membunuh Ulanova.

[NEXT-FAJAR]

Namun ketika flat tempat tinggalnya digeledah, polisi menemukan hal mencengangkan. Yakni sebuah diary tulisan tangan Tamara yang di dalamnya tertulis nama-nama korban. Dari diary itu pula diketahui bahwa jumlah korban aksi keji Tamara mencapai 14 orang.

Polisi juga menduga Tamara membunuh suaminya sendiri. Sebelumnya polisi memang tak curiga ketika suami Tamara dinyatakan hilang pada 2005.

Di antara korban adalah seorang pria yang kartu namanya ditemukan di rumah Tamara. Hanya saja kepala, kaki dan lengannya sudah terpotong.

Dalam buku catatan hariannya, Tamara juga mengaku pernah menjagal penyewa indekos di flat-nya. Bahkan ia merinci aksi kejinya itu ke dalam diary.

“Aku membunuh penyewa bernama Volodya, memotongnya menjadi beberapa bagian di dalam kamar mandi dengan sebuah pisu, meletakkan potongan-potongan tubuhnya ke dalam kantong plastik dan kemudian membuangnya,” tulis Tamara dalam catatan hariannya.

Pekan ini Tamara dibawa ke pengadilan atas tuduhan membunuh Valentina Ulanova. Di hadapan hakim, Tamara tetap terlihat tenang. “Saya sudah siap menghadapi pengadilan ini sejak belasan tahun. Ini semua saya sengaja. Dengan pembunuhan terakhir maka saya menutup bab ini,” katanya.

Tamara bahkan memberi jawaban mengejutkan ketika hakim mememerintahkan agar ia dipenjara. “Saya perintahkan kamu dipenjara. Bagaimana menurutmu?” tanya tanya Roman Chebotaryov, hakim yang mengadili kasus itu.

Namun, nenek yang kini sudah berstatus tahanan itu menjawab ringan. “Anda yang memutuskan, Yang Mulia. Saya bersalah dan layak atas hukuman,” ujar Tamara. (dailystar/ara/jpnn)

Click to comment
To Top