Sikap Gerindra Ciptakan Kader Kutu Loncat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Sikap Gerindra Ciptakan Kader Kutu Loncat

FAJARONLINE, MAKASSAR — Sikap Partai Gerindra Sulsel yang mentoleransi kadernya membelok terhadap perintah Partai, dinilai sebagai sikap kurang tepat dan berpotensi ciptakan kader kutu loncat. Pengamat Politik Universitas 45 Bosawa Arief Wicaksono menilai langkah Gerindra yanhg enggan memberikan Sanksi terhadap Kader yang mebelok menyalahi prinsip dasar Partai Politik pada umumnya, dengan memberi Toleransi terhadap kader yang mebelok ini. “Saya kira ini fenomena baru, mulai berkurang kader komandonya. Sikap seperti ini menyalahi prinsip dasar partai Politik dan besar ciptakan kader kutu loncat”ungkap Arif, 7 Agustus.

Selain menciptakan kader kutu Loncat, Partai Politik yang mestinya memberi teladan kepada masyarakat, tidak di cerminkan partai Gerindra, bahkan Gerindra terkesan merusak tatanan Reformasi partai. Implikasi dari sikap partai Gerindra Tersebut, menambah jumlah ketidak percayaan masyarakat pada partai terkhsusunya Gerindra, bahkan mengamcam Konstituen Gerindra di berbagai daerah yang melaksanakan Pilkada. “Saya kira juga ada unsur kekerabatan Ketua DPD dengan soetomo di Soppeng, hingga Gerindra tidak berani memberikan sanksi kepada kader membelok, ini menimbulkan kesan dimasyarakat bahwa aspirasinya tidak di tampiung oleh Gerindra, timbullah kesan tidak percaya masyarakat kepada Gerindra, bisa jadi masyarakat yang dulunya memilih Gerindra kini berbelok juga ke partai lain”.ungkapnya.

Pengamat Politik Lainnya, Asal UIN Alauddin, Muhammad Aswan, mengatakan sikap konsiten dalam wilayah Organisasi Partai Gerindra sama sekali di langgar, hal ini menyebabkan Partai Gerindra sebagai partai besar, tidak mampu menciptakan budaya politik yang santun dan beretika, bahkan lebih jauh, Gerindra mengembalikan budaya Politik Indonesia ke titik nol. “Konsistensi dan kesetiaan tidak akan pernah ditemukan dalam budaya politik Gerindra, bahkan dengan sikap memberi toleransi, Gerindra seakan tidak mau mewujudkan hal tersebut, sama halnya Gerindra punya andil besar membuat ke-adab-an budaya politik kita selalu kembali ke titik nol kilometer”,tegas Aswan.

Aswan menambahkan, Gerindra harus bersikap terhadap pembangakangan tersebut, agar terlepas dari persepsi buruk masyarakat terhadap Gerindra, dan memberikan komunikasi politik yang santun dan beretika ke masyarakat luas.”Gerindra harus dewasa dalam menjalankan peraturan agar menjadi pembelajaran juga bagi masyarakat”.ungkapnya. Sebelumnya pengurus Partai Gerindra di Soppeng yang juga Bupati Soppeng, A Soetomo melabrak aturan partai Gerindra yang sebelumnya memilih pasangan A Kaswadi Rasyad-Supriansa, Sementara Soetomo meilih pasangan Lutfi Halide-Zulkarnaen Soetomo yang tidak lain merupakan Putra kandungnya, melihat hal tersebut partai Gerindra justru memberi toleransi kepada Soetomo dengan mengatakan hal itu sebagai hal yang wajar, bahkan terkesan tak berani memberikan sanksi terhadap kadernya itu.

Sekertaris Desk Pilkada Gerindra Sulsel, Syawal mengatakan, Perintah Prabowo terhadap seluruh kader, menginstruksikan agar seluruh kader mendukung kebijakan yang telah dikeluarkan oleh DPP, Namun terkait Soetomo, Syawal mengatakan masih menunggu laporan dari calon jikalau merasa dirugikan terkait sikap Soetomo tersebut. “Kalau pasangan yang diusung itu merasa dirugikan, dan melaporkan ke badan etik jelas badan etik akan menindaki hal tersebut, namun kalau tidak, ya pasti tidak akan ditindaki”.beber Syawal Kepada FAJAR.(mp01)

loading...
Click to comment
To Top