KPU Gugurkan Menantu Bupati Selayar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

KPU Gugurkan Menantu Bupati Selayar

FAJARONLINE, SELAYAR — Perjuangan Aji Sumarno menggantikan mertuanya, Syahrir Wahab sebagai bupati Kepulauan Selayar, kandas di tengah jalan. KPU Selayar memutuskan menggugurkan pasangan Aji Sumarno-Abdul Gani sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati.

Keputusan menggugurkan Aji Sumarno-Abdul Gani dari tahapan Pilkada Selayar merupakan langkah tegas KPU terkait dugaan kesalahan administrasi salah satu partai pengusung Aji Sumarno-Abdul Gani.

“Kami telah rapat pleno. Hasil rapat memutuskan pasangan Aji Sumarno-Abd Gani kita gugurkan dalam pencalonan Pilkada Selayar karena administrasi yang salah,” kata Ketua KPU Selayar, Hasiruddin, Jumat 7 Agustus.

Hasiruddin menuturkan, setelah melakukan verifikasi berkas serta konsultasi ke KPU Sulsel, diputuskan bahwa rekomendasi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dinyatakan cacat administrasi. Rekomendasi dari partai yang dipimpin mantan Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar itu ternyata dari pengurus yang tidak sah.

Hal itu terungkap setelah Hasiruddin mendatangi langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB. Dalam temuannya, pengurus DPC PKB Selayar yang sah di bawah kendali Zulfikar sebagai ketua dan Alamsyah sebagai sekretaris.

“PKB kita nyatakan cacat administrasi, karena berkas PKB melanggar Undang-undang Pilkada yang menyatakan usungan parpol harus ditandatangani kepengurusan yang sah berdasarkan SK DPP partai. Jadi putusan kita ini juga atas pertimbangan KPU pusat dan provinsi,” jelasnya.

Pencoretan pasangan Aji Sumarno-Abd Gani mengikuti tahapan pilkada selanjutnya juga ditandai dengan rapat pleno secara resmi di kantor KPU Selayar, sore kemarin. Rapat itu dihadiri dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati lainnya serta para pengurus partai pengusungnya. Dijelaskan bahwa, tahapan pemilihan kepala daerah sisa dua pasang bakal calon, di mana sebelumnya ada tiga pasangan yang mendaftar.

“Setelah itu, kita pertemuan dengan semua pasangan calon yang tersisa. Kemudian membahas tahapan pilkada selanjutnya,” tambah komisioner KPUD Selayar, M Karyadin, kemarin.

Ia menyarankan, jika Aji Sumarno-Abd Gani serta partai pengusungnya tidak menerima keputusan KPU, pasangan ini sebaiknya menggugat KPU.

“Jika Aji Sumarno-Abd Gani serta partai pengusungnya merasa keberatan, kami persilakan mereka menggugat keputusan KPU melalui Panwas,” imbaunya.

Ketua KPU Sulsel, Iqbal Latief mengatakan, sejak awal keputusan sepenuhnya diserahkan ke KPU setempat yang akan menggelar pilkada. Pihaknya hanya memberikan masukan bahwa tetap mengacu pada regulasi. “Itu sudah menjadi keputusan KPU Selayar. Semua pihak harus menerima,” jelasnya.

Bupati Kepulauan Selayar, Syahrir Wahab, yang dikonfirmasi kemarin, mengaku tidak percaya dengan keputusan itu. Ketua Golkar Selayar kubu Aburizal Bakrie itu mengatakan, KPU tidak mungkin akan melakukan hal itu.

“Saya tidak percaya, belum ada keputusan seperti itu. Itu tidak mungkin,” katanya.

Kandidat bupati, Saiful Arief yang sebelumnya adalah rival Aji Sumarno untuk perebutan orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Selayar, enggan berkomentar banyak. Ia hanya membeberkan, kemarin sore telah diundang KPU Selayar bersama kandidat lain, Basli Ali yang berpasangan dengan Zainuddin, untuk menghadiri rapat.

“Itu sudah menjadi keputusan KPU yang harus kita terima semua. Buktinya, tadi sore (kemarin, red) KPU hanya mengundang dua pasangan calon, saya dan Pak Basli Ali,” ungkapnya.

Dengan begitu, pilkada Kabupaten Kepulauan Selayar secara otomatis hanya akan ada dua pasangan calon atau “head to head”. Namun, Saiful Arif yang berpasangan dengan Djunaid mengaku telah sepakat dengan pasangan Basli Ali-Zainuddin untuk melaksanakan pilkada ini secara sehat.

“Kita sepakat berdemokrasi yang sehat. Kita berikan sepenuhnya kepada rakyat untuk memilih,” terangnya.

Sama halnya dengan Basli Ali. Legislator Gerindra ini mengaku akan mengikuti semua tahapan dengan demokrasi yang sehat. Ia bahkan mengaku akan saling mendukung, jika salah satunya diberi amanah oleh rakyat.

Menanggapi keputusan KPU Selayar, Aji Sumarno membantah jika pencalonannya telah digugurkan oleh penyelenggara pilkada. Aji Sumarno mengaku sudah melengkapi berkas dukungan partai politik dan telah dimasukkan ke KPU Selayar.

“Saya menerima surat dari KPU Selayar untuk memasukkan kelengkapan berkas dan itu sudah kami lakukan. Kalau pun ada kabar bahwa saya digugurkan, itu tidak usah ditanggapi,” katanya.

Menurut Aji, dua bakal calon yang menjadi rivalnya, Basli Ali dan Saiful Arief memang berupaya menjegal dirinya untuk bisa bertarung di Pilkada Selayar. “Sekarang ini memang ada masalah di KPU. Ada ribut-ribut. Basli Ali dan Saiful Arief berusaha agar saya tidak maju di pilkada,” ucapnya.

Sementara pasangannya, Abdul Gani dihubungi secara terpisah enggan menanggapi kabar dirinya gagal maju di pemilihan kepala daerah. “Maaf saya lagi rapat,” kata Gani melalui sambungan telepon.

Ketua DPD PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad yang hendak dikonfirmasi, tidak berhasil. Telepon selulernya juga tidak aktif.

Tetapi, Wakil Bendahara PKB Sulsel, Hengky menyebutkan, dua hari sebelum pasangan Aji Sumarno-Abd Gani mendaftar ke KPU, terbit SK pergantian pengurus PKB Selayar. “Sudah diteruskan ke PKB Selayar dengan pengurus baru,” sebutnya.

Persyaratan maju di Pilkada Selayar, kandidat harus mengantongi dukungan partai dengan jumlah kursi di DPRD Selayar minimal lima kursi. Setelah KPU menetapkan dukungan PKB yang memiliki 2 kursi tidak sah, pasangan

Aji Sumarno-Abdul Gani hanya memiliki dukungan dua partai, masing-masing Hanura (satu kursi) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki dua kursi. (taq-mus/har-ars)

loading...
Click to comment
To Top