Ditanya Kapan Nikah, Ayushita jadi Terbiasa – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Ditanya Kapan Nikah, Ayushita jadi Terbiasa

FAJARONLINE, JAKARTA – Bagi sebagian orang, pertanyaan kapan menikah adalah pertanyaan yang sensitif. Tetapi, itu tidak berlaku bagi Ayushita, 26. Alih-alih merasa terbebani, Ayu malah santai menanggapi pertanyaan semacam itu.

Dia menyatakan, setiap ada acara keluarga, pertanyaan tersebut selalu memberondong dirinya. Saking seringnya ditanya, dia jadi sangat terbiasa. “Itu kan cuma pertanyaan basa-basi. Enggak ada ngaruh-nya apa-apa ke aku. Sama sekali enggak,” kata gadis kelahiran Jakarta, 9 Juni 1989, tersebut di kawasan SCBD pada Kamis malam (6/8).

Kendati tidak pernah menanggapi pertanyaan itu secara serius, bukan berarti Ayu tidak pernah memikirkannya. Sejujurnya, sebagai perempuan, dia juga ingin menikah. Terlebih, sahabatnya di BBB (Bukan Bintang Biasa), Chelsea Olivia, akan segera dipersunting kekasihnya, Glenn Alinskie. Dia pun kerap dijadikan bulan-bulanan. Usianya sudah 26 tahun, tapi masih betah menjomblo.

Keinginan Ayu untuk menikah sebenarnya ada. “Tapi, laki-lakinya kan enggak ada. Jadi, nanti-nanti aja. Aku sangat happy menjalani hari-hariku dengan kesibukan. Pada Weekend juga suka ada kerjaan,” curhatnya. Kesibukannya kian bertambah semenjak dia memutuskan kembali ke bangku kuliah.

September mendatang, dia mulai kuliah untuk mendapatkan gelar S-2 di jurusan corporate communication london school of public relations (LSPR) melalui jalur beasiswa. Jurusan tersebut diambil Ayu sebagai lanjutan dari jurusannya dulu saat S-1, yakni komunikasi yang lebih condong ke komunikasi korporasi.

Ayu menargetkan waktu 1,5 tahun untuk menyelesaikan kuliahnya itu. Menurut dia, waktu tersebut sudah ditentukan pemberi beasiswa. “Jadi, memang harus selesai dalam kurun waktu itu. Targetnya, IP minimal harus 3,5. Aku akan berusaha sekeras mungkin untuk dapat nilai yang baik,” tuturnya.

Sebenarnya, program perkuliahan Ayu berlangsung sejak April lalu. Kala itu Ayu berkuliah dengan sistem online. Dia sesekali bertemu dosen secara langsung jika ada kelas offline. Namun, saat ada jadwal syuting yang mengharuskannya pergi ke pelosok, dia keteteran.

Setelah lulus kuliah nanti, pemain komsit The East tersebut berharap ilmunya bisa terpakai. Bisa jadi, dia akan mempunyai perusahaan sendiri nantinya. Dia juga bisa bekerja untuk perusahaan orang lain. “Menurut aku, apa pun ilmu yang dipelajari pasti akan berguna,” ucapnya. (and/c20/jan)

loading...
Click to comment
To Top