Pemkot Jakut Tertibkan PKL – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Pemkot Jakut Tertibkan PKL

FAJARONLINE, JAKARTA –  Pemkot Jakarta Utara (Jakut) akan melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Contohnya seperti puluhan pedagang  kuliner di Jalan Gunung Sahari, Pademangan. Para pedagang tersebut rencananya  akan direlokasi ke Jalan Ampera, RW 09, Pademangan Barat. Di lokasi tersebut, nantinya akan dijadikan pusat “Kuliner Malam Ampera”.

Relokasi dan penataan para pedagang, dikarenakan lapak kuliner di tepian Jalan Gunung Sahari kerap dikeluhkan pengguna jalan. Karena membuat kemacetan. Hal itu dikarenakan,  konsumen memarkirkan kendaraannya ditepi jalan.

Menurut Asisten Perekonomian Jakut Tony Sukanda,  pihaknya telah berkordinasi dengan  Sudin KUMKMP Jakut. Bahkan telah melakukan sosialisasi dan mengintegrasikan pedagang dengan sistem auto debet Bank DKI.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap 85 pedagang di kawasan tersebut. Untuk retribusi pedagang diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem auto debet dari Bank DKI,” ujar Tony, Jumat  (7/8). Pihaknya juga telah menjajagi persetujuan dari warga sekitar agar tidak bermasalah di kemudian hari.

“Selain itu, mengenai penggunaan sebagian jalan untuk parkiran kendaraan Satwil Lantas Jakarta Utara, juga akan dicarikan solusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Pademangan, Yusuf Madjid mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan rencana tersebut dengan warga dan tokoh masyarakat  sekitar.

“Hasilnya, warga sekitar yang sudah disosialisasikan mendukung rencana tersebut. Sebab selama ini Jalan Ampera, sebagian ruas jalannya  tidak terlalu aktif,” tutupnya.

Click to comment
Daerah

Pemkot Jakut Tertibkan PKL

FAJARONLINE, JAKARTA –  Pemkot Jakarta Utara (Jakut) akan melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL). Contohnya seperti puluhan pedagang  kuliner di Jalan Gunung Sahari, Pademangan. Para pedagang tersebut rencananya  akan direlokasi ke Jalan Ampera, RW 09, Pademangan Barat. Di lokasi tersebut, nantinya akan dijadikan pusat “Kuliner Malam Ampera”.

Relokasi dan penataan para pedagang, dikarenakan lapak kuliner di tepian Jalan Gunung Sahari kerap dikeluhkan pengguna jalan. Karena membuat kemacetan. Hal itu dikarenakan,  konsumen memarkirkan kendaraannya ditepi jalan.

Menurut Asisten Perekonomian Jakut Tony Sukanda,  pihaknya telah berkordinasi dengan  Sudin KUMKMP Jakut. Bahkan telah melakukan sosialisasi dan mengintegrasikan pedagang dengan sistem auto debet Bank DKI.

“Kami sudah melakukan sosialisasi terhadap 85 pedagang di kawasan tersebut. Untuk retribusi pedagang diarahkan untuk terintegrasi dengan sistem auto debet dari Bank DKI,” ujar Tony, Jumat  (7/8). Pihaknya juga telah menjajagi persetujuan dari warga sekitar agar tidak bermasalah di kemudian hari.

“Selain itu, mengenai penggunaan sebagian jalan untuk parkiran kendaraan Satwil Lantas Jakarta Utara, juga akan dicarikan solusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Pademangan, Yusuf Madjid mengatakan, pihaknya sudah mensosialisasikan rencana tersebut dengan warga dan tokoh masyarakat  sekitar.

“Hasilnya, warga sekitar yang sudah disosialisasikan mendukung rencana tersebut. Sebab selama ini Jalan Ampera, sebagian ruas jalannya  tidak terlalu aktif,” tutupnya.

Click to comment
To Top