Sepekan, Ratusan Miliar Mengalir ke Sulsel – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Sepekan, Ratusan Miliar Mengalir ke Sulsel

FAJARONLINE, MAKASSAR — Ekonomi di Sulawesi Selatan menggeliat kencang. Uang dalam jumlah besar, mengalir lewat orang-orang yang datang ke Makassar sepanjang semester dua 2015. Selama bulan Agustus saja, diperkirakan ratusan ribu orang yang datang, mengikuti dua event besar, yakni Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah dan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Deputi Kepala Perwakilan BI Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana, mengungkapkan bahwa dengan berbagai event besar selama bulan Agustus, BI menargetkan pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi di atas 8 persen. “Kita targetkan lebih tinggi. Belanja masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri pada Juni saja, sudah mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang cukup besar,” jelas Causa Iman, Sabtu, 8 Agustus.

BPS (Badan Pusat Statistik) Sulsel sebelumnya merilis pertumbuhan yang mulai pulih. Mencapai angka 7,62 persen, dengan Product Domestic Bruto (PDRB) mencapai Rp84,84 triliun. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengungkapkan, diperkirakan 400.000 orang datang ke kota ini selama dua bulan ke depan, melalui berbagai event. Dampaknya, sangat positif untuk ekonomi Makassar. “Jika ada tambahan pemasukan, artinya ada kontribusi yang besar untuk PAD kita. Di sisi lain, ada citra positif yang timbul karena kota ini kedatangan banyak peserta dari event yang berjalan,” tutur Danny kepada FAJAR.

Ketua Panitia Muktamar ke-47 Muhammadiyah, Syaiful Saleh, mengungkapkan bahwa khusus panitia, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp40 miliar lebih. Anggaran itu untuk transportasi, konsumsi, dan penginapan. “Khusus untuk peserta muktamar, totalnya sebanyak 7.000 orang. Dalam sehari, panitia menyediakan tiga kali makan. Hitung-hitungannya, dalam sehari panitia memberikan makan kepada 21 ribu orang. 21 ribu orang dikali dengan harga makanan Rp21 ribu saja, totalnya mencapai Rp441 juta,” jelas dia.

Kebutuhan lain yang juga cukup besar adalah penginapan. Total 33 hotel yang digunakan panitia untuk tempat menginap peserta. Mulai dari hotel berbintang lima hingga tak berbintang. “Kalau penginapan itu Rp4 miliar lebih. Ada juga beberapa hotel yang dibayarkan langsung pengurus Muhammadiyah pusat,” ujar Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar itu. Lalu dari mana sumber anggaran tersebut? Menurut Syaiful, dana itu bersumber dari panitia lokal dan pusat. Pembagiannya 50-50. “Kami juga banyak dibantu keluarga Muhammadiyah. Seperti Pak JK (Jusuf Kalla). Baik cash maupun fasilitas,” bebernya. (sbi-ful-rdi/ian-amr)

Untuk selengkapnya, baca Harian Fajar dan Epaper edisi Agustus 2015

loading...
Click to comment
To Top