Agar Persoalan Ekonomi tak Berlalut, Jokowi Diminta Segera Reshuffle – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Agar Persoalan Ekonomi tak Berlalut, Jokowi Diminta Segera Reshuffle

FAJARONLINE, JAKARTA  Melambatnya pertum­buhan ekonomi Indonesia mendapat sorotan politisi se­nior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sabam Sirait. Menurutnya, Presiden Jokowi sudah selayaknya melaku­kan reshuffle kabinet di bidang ekonomi, agar persoalan ekono­mi tidak berlarut-larut.

“Tidak terlalu dini lagi, bila Presiden melakukan reshuffle kabinet sekarang-sekarang ini. Masyarakat juga menilai, sampai saat ini perekonomian Indonesia melemah. Nah, kalau masyarakat sudah ngomong begitu ya di­ambil saja sikap atas hal itu,” kata Sabam di sela-sela diskusi publik Yayasan Komunikasi Indonesia, di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, kemarin.

Dikatakan Sabam, sebagai warga masyarakat, dirinya meli­hat adanya tim yang sangat lemah dalam pengelolaan perekono­mian Indonesia. Karena itu, dia menyarankan agar Presiden Jokowi menyikapinya dengan mengambil langkah reshuflle kabinet. “Harus ada ekonom yang handal untuk perbaikan ekonomi,” ujarnya.

Dia belum melihat ada perso­alan urgen di bidang lain untuk dilakukan reshuffle menterinya. “Kalau untuk demokrasi sampai saat ini belum ada persoalan,” ujarnya.

Meski sistem pemerintahan Indonesia saat ini adalah presi­densil. Tapi, sikap yang san­gat politis dengan melibatkan pertimbangan DPR bukanlah pertimbangan utama untuk melakukanreshuffle. “Ini presi­densil, bukan parlementer. Nah, jangan sampai kinerja presiden terganggu. Silakan presiden bersikap,” ujarnya.

Sabam tidak mempermasalah­kan siapa saja menteri yang akan diganti. Sebab, lanjut dia, pada prinsipnya, presiden harus bisa menjalankan pemerintahannya sesuai visi misinya dengan me­masang anggota kabinet yang bisa dan mampu bekerja. “Jadi, kalau ada menteri sakit terus ganti saja, juga kalau ada menteri yang tak sesuai bidangnya ya sesuaikan saja. Terutamanya dalam bidang pereko­nomian,” tandasnya. (rmol)

loading...
Click to comment
To Top