Coba Atasi Stres dengan Minum Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

Coba Atasi Stres dengan Minum Ini

FAJARONLINE – Pekerjaan yang menumpuk, jalanan yang macet, tagihan-tagihan yang harus dibayar dapat membuat Anda stres. Meskipun stres tidak selalu berbahaya, stres yang berkepanjangan dapat merugikan kesehatan. Untungnya, ternyata Anda dapat meredakan stres dengan cara yang sederhana: meminum kopi atau teh.

Para peneliti yang dipimpin oleh Profesor Christa Müller dari Universitas Bonn telah menunjukkan bahwa kafein meredakan gejala-gejala khas stres seperti pelupa, cemas dan perasaan tertekan pada tikus. Para ilmuwan setiap hari memberikan air minum berisi kafein (satu gram per liter, setara dengan tiga sampai empat cangkir kopi pada manusia) kepada tikus-tikus yang menderita stres kronis .

Hasilnya, tikus-tikus stres yang menerima kafein memiliki jauh lebih sedikit gejala stres dibandingkan mereka yang hanya menerima air putih (kelompok kontrol). “Kafein secara umum menghambat peningkatan hormon stres kortisol dalam darah,” kata Müller.

Tikus-tikus yang mendapatkan kafein memiliki memori lebih baik, kurang merasa tertekan dan kurang cemas. Selain itu, mereka juga memiliki metabolisme otak yang lebih normal dibandingkan dengan kelompok kontrol.

Mengapa kafein dapat mengurangi stres? Kafein mengandung alkaloid jenis xanthine, yang bertindak memblokir reseptor adenosin A2A. Ketika stres, tubuh memproduksi lebih banyak adenosin A2A yang menimbulkan berbagai gejala stres.

Jika Anda merasa stres karena banyak hal yang harus dipikirkan dan dikerjakan, meminum kopi atau teh dapat membantu Anda. Baik teh maupun kopi mengandung kafein. Namun demikian, perlu diperhatikan juga bahwa konsumsi kafein dalam dosis tinggi dapat memiliki berbagai efek samping. Müller menyebutkan bahwa tiga sampai empat cangkir sudah cukup dalam satu hari.

Para peneliti memahami bahwa otak tikus dan otak manusia berbeda sehingga temuan pada tikus tidak selalu berlaku pada manusia. Namun mereka percaya bahwa kafein dapat menjadi titik awal untuk pengembangan terapi stres baru.  Perlu studi lebih lanjut untuk mempelajari cara kerja kafein dan efeknya pada manusia.

(Sumber : Majalah Kesehatan)

Click to comment
To Top