Djeni Hasmar Optimis 2017 Provinsi Kepton Mekar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Djeni Hasmar Optimis 2017 Provinsi Kepton Mekar

JAKARTA – Mantan anggota DPR RI, Djeni Hasmar mengaku optimis jika kepengurusan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) dilakukan secara serius dan maka tidak menutup kemungkinan pada tahun 2017 provinsi yang sudah lama diidam-idamkan itu bakal terwujud.

“Kalau saya lihat perkembangan itu 2016 ini sudah bisa di bahas, dan memang sekaran di Komisi II sudah mulai dilakukan pembahasan. Berdasarkan green design Kemendagri juga Sultra memang harus dipecah menjadi dua provinsi. Jika serius, tahun 2017 Provinsi Kepton sudah bisa mekar,” jelas Djeni Hasmar usai menghadiri acara halal bi halal masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) di Anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (8/8).

Pria yang pernah duduk di Komisi II DPR RI ini kembali memaparkan perkembangan saat ini terkait dengan proses terkini Provinsi Kepton. Dikatakan, Provinsi Kepton saat ini sudah memiliki 6 cakupan wilayah yang didalamnya terdapat  Kota Baubau sebagai ibukota provinsi nantinya, Kabupaten Buton, Wakatobi, Buton Tengah, Buton Selatan dan Buton Utara.

“Jadi dari 6 cakupan wilayah ini saat pertemuan di Baubau beberapa waktu lalu, proses administrasi sedang dip roses untuk Buton Tengah. Setelah itu selesai kemudian akan diteruskan ke DPRD Provinsi, selanjutnya ke Gubernur Sultra dan kemudian diteruskan ke pemerintah pusat. Apakah nantinya dalam bentuk usulan DPR ataukah usulan pemerintah,” paparnya.

Pria yang dijuluki sebagai pahlawan pemekaran ini menambahkan, untuk Provinsi Kepton sebenarnya sudah masuk dalam usulan inisiatif DPR periode 2014 – 2019. Namun, ada kendala saat itu sampai belum dilakukan pembahasan, yakni persoalan kecakupan wilayah yang masih kurang. Tapi kini syarat administrasi dan kajian dari perguruan tinggi sudah terpenuhi, tinggal pembahasan di DPR.

“Sekarang kan sudah lengkap semuanya, syarat administrasi dan kajian lainnya sudah terpenuhi. Jadi sudah tidak ada alasan tidak dilakukan pembahasan,” tukasnya.

Lebih lanjut, berdasarkan aturan baru, setiap daerah pemekaran nantinya tidak akan langsung dijadikan sebagai daerah otonom. Namun, harus melalui daerah persiapan selama tiga tahun berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) yang dikeluarkan. Dimana, dalam waktu tiga tahun itu daerah persiapan harus benar-benar mempersiapkan diri untuk menjadi daerah otonom baru.

“Kalau provinsi administrasi cukup dengan dikeluarkannya Kepres. Dan tiga tahun kedepan apakah terpenuhi seluruh syarat-syarat untuk menjadi daerah otonom baru atau tidak,” ungkapnya.

Olehnya itu, Djeni meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersabar dan mendukung langkah-langkah yang diambil dalam terbentuknya Provinsi Kepton. “Gubernur sudah memberikan respon yang sangat positif dengan mendukung proses terbentuknya Provinsi Kepton ini. Jika dilihat dari sumberdaya yang ada, saya optimis Provinsi Kepton ini akan terbentuk,” tutup Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) di Jakarta ini. (hrm)

Click to comment
To Top