Pemerintah Upayakan Selamatkan 12 ABK WNI di Pantai Somalia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pemerintah Upayakan Selamatkan 12 ABK WNI di Pantai Somalia

JAKARTA – Pemerintah melalui Kedutaan Besar Rerpublik Indonesia (KBRI) Nairobi mengupayakan penyelamatan 12 WNI ABK kapal ikan Al Aman yang kandas di perairan Somalia. Hal tersebut disampaikan Koordinator Squad Perlindungan WNI di KBRI Nairobi Yoshi Iskandar melalui rilis kepada wartawan, Minggu (9/8).

Menurut Yoshi, kapal Al Aman adalah kapal milik Korea dan dioperasikan oleh perusahaan Yaman. Kapal kandas di pantai El Merina, perairan Somalia yang keamanannya sangat rawan pada tanggal 4 Agustus lalu akibat terhempas badai.

Dari 32 anak buah kapal (ABK) tersebut, 12 diantaranya adalah WNI, termasuk kapten kapal. Sementara sisanya berkewarganegaraan Vietnam dan Kenya. Menurut Yoshi informasi tentang kapal karam tersebut diterima pada Rabu (5/8) lalu. setelah mendapat informasi, KBRI langsung mengontak salah seorang ABK via telepon satelit.

“Kami memperoleh info bahwa kondisi seluruh ABK baik akan tetapi pemilik kapal dan operator tidak memiliki contigency plan yang jelas,” beber Yoshi.

Mempertimbangkan keselamatan WNI yang ada didalamnya, Menlu Retno segera memerintahkan Tim Perlindungan WNI di Kemlu dan KBRI Nairobi untuk segera melakukan upaya paralel. Meskipun pemilik kapal dan operator dinilai yang paling bertanggung jawab dalam kondisi semacam ini.

“KBRI Nairobi diminta lakukan koordinasi dengan Kepolisian Provinsi Puntland di Somalia untuk melakukan evakuasi ke airport terdekat dan teraman. Kami juga melakukan koordonasi Combined Maritime Forces (CMF) yang melakukam patroli reguler di perairan Somalia, serta Kantor PBB untuk Penanggulangan Narkoba dan Tindak Pidana (UNODC),” tegas Yoshi.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan BHI telah memanggil utusan dari Kedutaan Besar Korea di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut disampaikan permintaan agar Pemerintah Korea mendesak pemilik kapal untuk mengupayakan penyelamatan seluruh ABK, memindahkan ke tempat aman, memulangkan mereka serta memenuhi hak-haknya.

Kemlu juga meminta Kedubes Korea untuk berkoordinasi dgn CMF karena Korea adalah anggota CMF dan memiliki satu kapal perang yang beroperasi di perairan Somalia.

Hingga kemarin, Kepolisian Puntland sudah berhasil mencapai lokasi kandas kapal. Namun belum bisa melakukan evakuasi karena medan yang sangat berat. Pada saat yang sama KBRI terus lakukan koordinasi dengan pihak-pihak lain yang terkait dan terus berkomunikasi dengan WNI yang masih berada di atas kapal. (dem/RMOL)

Click to comment
To Top