Peresmian Transjabodetabek Ditunda – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Peresmian Transjabodetabek Ditunda

JAKARTA – Rencana Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) untuk mengoperasikan bus Transjabodetabek rute Bekasi, Depok, dan Tangerang besok (10/8) akhirnya tertunda. Pasalnya, perusahaan BUMN itu akan melakukan sosialisasi terlebih dulu.

Sedianya  PPD akan mulai mengoperasikan layanan bus ke tiga wilayah penyangga ibu kota itu di Cawang, Jakarta Timur, Senin besok (10/8). Namun, Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, peluncuran bus Transjabodetabek rute baru itu terpaksa ditunda mengingat ada pada pekan depan ada pameran BUMN.

Menurutnya, momen itu lebih tepat untuk menyosialisasikan layanan baru PPD. “Jadi, diundur tanggal 17 Agustus bertepatan dengan pameran BUMN di Monas. Nanti peluncurannya di Monas,” kata Pande saat dihubungi, Minggu (9/8).

Meski demikian, dalam sepekan ini PPD akan melakukan uji coba baik dari segi pelayanan, kondisi bus, maupun jalan. Selama masa uji coba itu, rencananya penumpang tetap diperbolehkan naik bus Transjabodetabek tanpa dikenai biaya.

“Surat izin uji cobanya belum turun. Kalau sudah turun akan langsung kita uji cobakan,” jelasnya.

Bus baru Transjabodetabek dengan rute Bekasi, Depok, dan Tangerang ini berjumlah 78 unit. Pembukaan rute ke tiga kota tersebut merupakan kelanjutan dari layanan Transjabodetabek rute Tangerang Selatan, tepatnya dari Ciputat-Blok M yang telah beroperasi sejak Oktober 2014.

Tarif yang dikenakan untuk rute Bekasi, Depok, dan Tangerang sama seperti rute Tangerang Selatan, yakni Rp 9.000. Pembayaran akan dilakukan secara non-tunai. Nantinya di dalam bus akan dipasang mesin e-ticketing.

Pihak PPD memastikan penumpang Transjabodetabek tidak akan terkena biaya tambahan bila melanjutkan perjalanan dengan bus Transjakarta. Hal yang sama berlaku untuk penumpang Transjakarta yang akan naik Transjabodetabek dari jalur busway.

Penumpang yang naik Transjabodetabek dari halte Transjakarta hanya membayar Rp 3.500 saat masuk, dengan catatan hanya untuk koridor dalam kota yang dilewati. “Dikenai penambahan Rp 9.000 kalau sudah mulai ke luar kota Jakarta,” jelas Pande. (jawapos)

loading...
Click to comment
To Top