292 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

292 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

PURWOKERTO, RAJA – Kekeringan yang melanda Banyumas, mengakibatkan sejumlah lahan pertanian terancam puso. Bahkan, setidaknya ada 292 hektar sawah yang kesulitan air. Ditambah lagi, pada 20 Agustus mendatang akan ada rencana pengeringan irigasi.

Kepala Seksi Operasi dan Perawatan Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu Citanduy, Arief Sugiarto mengatakan 292 hektare area sawah tersebut terbagi atas dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kemranjen (78 hektar) yang terdiri dari Desa Sirau, Desa Sidamulya, dan Desa Sibrama, serta Kecamatan Kebasen (214 hektare) yang meliputi Desa Randegan, Desa Karangsari, Desa Bangsa, dan Desa Adisanga. “Rata-rata usia padinya masih 35 hari, sehingga masih membutuhkan air untuk pertumbuhannya. Padahal 20 Agustus nanti rencananya ada penutupan saluran guna proses perbaikan,” jelasnya.

Arief mengatakan, potensi puso tersebut lebih disebabkan adanya pola tanam padi yang tidak sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Seharusnya, untuk musim-musim seperti ini, petani diarahkan untuk menanam palawija yang lebih sedikit membutuhkan air. “Desa-desa yang lain sudah mengikuti kesepakatan yang ada, namun untuk beberapa desa tersebut sepertinya belum menjalankannya dengan baik, meskipun terus dilakukan koordinasi setiap dua minggu sekali saat pertemuan kelompok tani atau gabungan kelompok tani,” katanya.

Dari data yang ada per Juli lalu, luasan wilayah Banyumas yang berpotensi mengalami kekeringan mencapai 317 hektare, yang meliputi Kecamatan Purwojati, Kemranjen, Tambak, Sumpiuh, dan Kebasen. Namun demikian, sejauh ini debit air sungai guna keperluan irigasi masih bisa dikatakan cukup.

Dijelaskan, hingga saat ini debit air sungai di sejumlah Daerah Irigasi (DI) di wilayah Banyumas rata-rata berada sekitar 10 cm di atas mercu, atau berkurang sekitar 40 persen dari debit air sunagi biasanya. “Debit air memang masih mencukupi, namun salurannya belum maksimal, sehingga jika disalurkan air dengan volume yang lebih besar, kemungkinan saluran bisa jebol,” katanya. (JP)

To Top