Baku Hantam di Kopertis, 1 Tewas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Baku Hantam di Kopertis, 1 Tewas

AMBON — Pecah Bentrokan, dua  kelompok saling menyerang di Kopertis. Yames Wattimena diparangi berulangkali, tubuhnya penuh luka bacokan. Dia tewas. Mayatnya dibuang ke semak-semak dekat pohon sagu, lalu ditutup dengan daun-daun sagu. Dua warga lainnya luka-luka, satu alami luka bacok serius hingga satu kakinya putus. Semua berawal dari dendam. Dendam lama yang tertanam dan capai puncaknya, Minggu sore.

Sebelumnya Sabtu, (7/8) malam, dua kelompok pemuda dari Lorong Cantika dan  lorong Tanah Merah, sudah terlibat bentrok. Dua kelompok ini dari RT yang sama. Hubungan dua kelompok ini sejak lama sudah tak harmonis. Mereka tinggal berdekatan. Dibedakan berdasarkan lorong tempat tinggalnya. Antara lorong yang satu dengan lainnya, hanya berjarak 100 sampai 200 meter. Lokasinya berada di depan jalan, tempat lalu lalang Angkutan kota Kopertis, maupun kendaraan roda dua dan empat lainnya.
Bentrokan tidak terjadi di depan jalan. Saling lempar, sampai pada penyerangan terjadi 30 sampai 40 meter dari depan jalan utama. Informasi kepolisian, menyebutkan bentrokan terjadi sekira pukul 10.00. kelompok warga yang menempati pemukiman sekitar kantor Budi Loka, mulai menyerang. Mereka menyerang bukan tanpa alasan.
Keterangan ketua RT yang dikutip koran ini dari kepolisian, menyebutkan bentrokan diawali dengan saling lempar pada pukul 03.00 dini hari. Insiden ini menyebabkan Kamelio Nanuleita, mengalami luka pukulan. Dia diduga dipukul dengan kayu pada bagian kepala sebelah kanan.
Tak terima temannya dipukul, sekitar 30 orang dari lorong Tanah Merah dengan menggunakan benda tajam mendatangi rumah Jacob Lesiela. Rumah ini letaknya di lorong Cantika. Jaraknya juga agak ke hutan, atau 20 meter dari jalan utama. Karena sudah emosi, mereka melakukan pelemparan terhadap rumah Jacob Lesiela. Rumah terlihat sangat sederhana.
Jacob tak sendiri di dalam rumah tersebut. Ada orang lain. Jacob Cs bertahan dan coba melawan. Sebagian warga Cantika ikut membantu. Duel pun tak terelakan. Jacob Lesiela dilaporkan mengalami memar pada bagian wajahnya, sedangkan Jefri Leisiela mengalami luka bacok pada kaki sebelah kanan hingga putus. Kaki kirinya juga ditebas hampir putus.
Sementara dari kelompok Tanah Merah, Yames Wattimena mengalami luka bacok pada kepala bagian belakang dan luka bacok pada tangan sebelah kanan. Setelah tewas, mayatnya diletakan dekat pohon sagu yang agak curam. Lalu ditutupi dengan daun-daun sagu.
Tak lama berselang puluhan anggota polisi dan TNI mendatangi TKP. Aksi massa berhasil diredam. Polisi langsung melakukan evakuasi terhadap korban Yames Wattimena. Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk kepentingan outopsi. Sementara Jacob dirawat di RS GPM, dan Jefri dirawat di RS Haulussy, Kudamati.
Kepala Kepolisian (Kapolsek) Sektor Sirimau Ajun Komisaris Polisi Aris Tiku, yang dikonfirmasi koran ini menjelaskan, peristiwa tersebut menyebabkan 4 warga dari kedua kelompok menjadi korban. “Ada salah paham antar kedua kelompok warga. Kemudian baku lempar hingga mengakibatkan pemuda Tanah Merah inisial KN alias Kamalio (25) luka di bagian kepala,”jelas Kapolsek.
Sampai saat ini belum ada pelaku yang diamankan. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, sementara masih kita upayakan secepat mungkin untuk para pelaku ini tertangkap. Ya kemungkinan tadi lari ke hutan setelah kejadiaan,” kata Tiku.

Polisi belum mengetahui motif utama dibalik peristiwa tersebut. “Motifnya sementara  belum diketahui, jadi belum bisa kita berikan keterangan yang jelas. Sementara pak RT,dan RW suda kita panggil untuk dimintai keterangan atas kejadian itu. Sekitar 18 personil kita tempatkan diperbatasan kedua kelompok warga,” ujarnya.
Disinggung apakah  isiden ini ada hubunganya dengan kejadiaan sebelumnya?, perwira dengan tiga balok ini belum dapat memastikan, namun disebutkan bahwa semua itu masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap secara pasti.
”Iya sebelumnya terjadi bentrokan namun kami belum bisa pastikan itu, apakah masalah ini ada hubungan dengan masalah sebelumnya atau tidak. Itu yang belum bisa kita jawab. Semuanya masih dalam proses penyelidikan untuk menungkap secara pasti,” pungkas Mantan Kasat Sabhara Polres Ambon. (ERM)

loading...
Click to comment
To Top