Inalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Budayawan dan Aktor Besar itu Telah Pergi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Inalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Budayawan dan Aktor Besar itu Telah Pergi

FAJARONLINE, MAKASSAR—Inalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Budayawan senior Rahman Arge meninggalkan dunia, Senin 10 Agustus.

Sebelum meninggal, alhamarhum yang bernama lengkap Abdul Rahman Gega itu sempat dirawat di Rumah Sakit Siloam beberapa lama. Oleh beberapa sahabatnya ia masih sempat bercerita tentang sakit yang dideritanya.

Lelaki kelahiran Makassar, 17 Juli 1935 itu adalah salah seorang budayawan dan aktor besar milik Sulsel. Arge selain aktif menjadi kolumnis di beberapa media di Makassar, ia cukup aktif di dunia panggung seniman sejak era 70-an hingga 90-an.

Jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka Jl Ade Irma Nasution No. 10 Makassar. Sejumlah kolega dan keluarga dekat kini sudah melayat di rumah duka.

Sosok Rahman Arge
Ternyata ia bukan sekadar wartawan dan penulis, melainkan juga seorang seniman dan budayawan. Ia pemain teater, juga penulis naskah teater, dan bahkan sutradara.

Rahman Arge yang pernah sekolah jurnalistik dan drama, juga cukup piawai sebagai politisi.
Di bidang jurnalistik, ia bersama Mahbub Djunaidi mendirikan koran Duta Masyarakat edisi Sulawesi Selatan. Ia juga menebitkan majalah Suara, Esensi, Timtim, Harian Pembaharuan, dan Pos Makassar.

Ia kemudian menjabat Ketua PWI Sulawesi Selatan (1973-1992), dan anggota Dewan Kehormatan PWI pusat. Tak heran kalau kemudian pemerintah memberikan penghargaan kesetiaan mengabdi selama 50 tahun di dunia pers.

Di bidang politik, ia sempat menjadi anggota DPRD Sulawesi Selatan selama empat periode, dan satu periode anggota DPR/MPR.
Di bidang teater, film, dan kebudayaan, Rahman Arge telah bermain di tujuh film, dan di dua festival film nasional, sekaligus mendapat Piala Citra dan Piala Khusus.

Arge adalah pendiri Teater Makassar (TM), serta pernah memimpin Dewan Kesenian Makassar (DKM), dan Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) Sulawesi Selatan.

Ia telah menerima Anugerah Seni pada 1977 dan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI pada tahun 2003. Pernah pula meraih penghargaan sebagai penegak pers Pancasila atas jasanya melawan PKI.  (*/aci)

loading...
Click to comment
To Top