Kandidat Walikota Semarang Semakin Rajin Blusukan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Kandidat Walikota Semarang Semakin Rajin Blusukan

SEMARANG – Menjelang penetapan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), bakal calon walikota dan wakil walikota Semarang semakin rajin blusukan. Mereka menemui masyarakat berbagai lapisan. Alasannya, untuk menyerap aspirasi. Blusukan para kandidat itu diyakini akan meningkatkan tingkat popularitas maupun elektabilitas.

Seperti yang dilakukan oleh bakal calon walikota Hendrar Prihadi, melakukan kegiatan jalan sehat bersama warga di Jangli Permai, Minggu (9/8).
Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi yang telah rampung masa jabatannya sebagai Walikota pada tanggal 19 Juli 2015 lalu, tapi kegiatannya hampir tak jauh berbeda dengan saat dirinya masih menjabat Walikota di tahun 2013-2015.
Dalam satu hari, ada lebih dari 40 undangan terjadwal yang diterimanya. “Dulu saya pikir ketika saya sudah tidak jadi walikota akan berbeda,” kata Hendi yang mengusung slogan Hebat (Hendi-Ita Bersama Rakyat) diusung oleh PDI Perjuangan, Nasional Demokrat, dan Demokrat pada Pilwalkot Semarang 2015.
Bila dalam waktu 24 jam, ia harus mendatangi 40 tempat, maka waktu efektif yang dapat pergunakan di satu tempat tak lebih dari 10-15 menit dan ditambah waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. “Saya selalu usahakan hadir meski hanya sebentar. Ini sebagai bagian dari komitmen saya untuk menjaga silahturahmi ke sedulur-sedulur,” ujar Hendi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang itu.
Saat ditanya mengenai pendapat bahwa kegiatan-kegiatannya adalah bagian dari kampanye pencalonan dirinya sebagai walikota, Hendi lebih memilih menyerahkan kembali kepada penilaian masyarakat. Ia mengatakan bahwa sampai sekarang dirinya baru sebatas menghadiri undangan-undangan yang dia terima.
Seperti diketahui, bahwa masa kampanye yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang baru dimulai pada tanggal 27 Agustus 2015 dan berakhir pada 5 Desember 2015. Selain itu, KPU Kota Semarang juga mengeluarkan peraturan pembatasan bentuk kampanye seperti alat peraga, pertemuan terbuka, dan beberapa lainnya.
Peraturan pembatasan tersebut tentu saja tidak menjadi kendala berarti bagi Hendi yang saat ini memiliki elektabilitas jauh mengungguli dua kandidat lainnya.
Sementara calon wakil walikota Hendrar Prihadi, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau akrab disapa Mbak Ita, menyambangi tongkrongan anak muda, beberapa komunitas dan club otomotif mulai dari club motor hingga club mobil di jalan Pahlwan, Jumat (7/8) malam.
Meski tak didampingi Hendrar Prihadi, dengan berjalan kaki, Ita bersalaman dan membagikan flyer tentang pencalonan dirinya.
Bagi Ita, komunitas dan club otomotif yang identik kebanyakan dengan anak muda perlu diberi wadah dan apresiasi sesuai bakat dan keahliannya. Dirinya kerap mendapatkan info jika komunitas dan club otomotif di jalan Pahlawan kesulitan untuk sekedar kumpul atau kopi darat lantaran terbatasnya ruang publik.
“Anak muda apalagi para komunitas dan club otomotif ini kan kegiatannya postif, mereka butuh tempat untuk aktualisasi dan apresisasi. Kami akan usahakan memberikan area publik dan taman-taman kota di Semarang dalam kebijakan jika terpilih memimpin kota Semarang,” ujarnya saat berbincang dengan komunitas dan club otomotif.
Sementara itu, bakal calon walikota Soemarmo Hadi Saputro yang berpasangan dengan Zuber Safawi, juga terus melakukan pendekatan ke masyarakat dan memanfaatkan waktunya untuk menemui masyarakat.
Kemarin, Soemarmo menyambangi Klenteng Kwan Sing Bio di jalan Tanggul Mas Raya. Mantan walikota Semarang ini hadir mengenakan baju lengan pendek coklat bermotif batik tersebut, mendapat sambutan hangat dari pengurus tempat ibadah dan para tamu yang merayakan hari ulang tahun Namo Cia Lan Phu Sa.
Pada kesempatan itu, Soemarmo mengakui kunjungan di kelenteng sudah dilakukan sejak awal berdirinya klenteng. Kunjungannya kali ini, katanya, dalam rangka menghadiri peringatan hari ulang tahun Namo Cia Lan Phu Sa dan dilakukan atas tujuan untuk merekatkan kerukunanan umat beragama.
“Saya disini tidak melakukan kampanye. Saya mengajak para penganut kepercayaan untuk selalu bertaqwa dan tidak ada yang namanya mayoritas dan minoritas,” kata Soemarmo yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Dalam kunjungannya itu, dia mengajak seluruh umat untuk menghormat dan selalu hidup saling bersosial, berdampingan tanpa adanya kesenjangan. “Kemarin saya juga telah meresmikan gereja yang ada di Imam Bonjol. Mereka yang sebelumnya beribadah didalam hotel, sekarang sudah memiliki tempat ibadah sendiri,” imbuhnya.
Sedangkan pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Semarang, Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso (Sibagus) terus mengoptimalkan pendekatan kepada masyarakat untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas.
Tidak hanya ke pasar tradisional saja, pendekatan Sibagus juga dilakukan ke pasar modern seperti mall. Saat memasuki mall, pasangan Sigit-Agus diusung oleh Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Golkar itu langsung menuju foodfair untuk makan bersama tim pemenangannya. Selanjutnya, Sibagus berjalan-jalan dan memasuki toko pakaian dan stand pameran batu akik.
Dari pantauan, Sibagus cukup dikenal oleh masyarakat. Hal itu tampak saat Sibagus menyambangi stan pameran akik, dimana salah satu dari pengunjung meminta foto bersama.
Saat ditanyai mengenai popularitas yang mulai naik, Sigit mengatakan, hal itu sudah merupakan target tim pemenangan dalam sebulan ini. Tidak hanya ke mall, kata dia, Sibagus akan mengunjungi sejumlah pasar dan kampung.
“Akhir bulan nanti, kami akan adakan survei internal soal popularitas. Intinya, popularitas kami kejar dalam sebulan ini. Kami akan masuk ke setiap kalangan dan mengunjungi sejumlah pasar dan kampung,” kata Sigit didampingi Agus seusai menyambangi mall Ciputra Semarang, kemarin. (art)

loading...
Click to comment
To Top