Ratusan Ribu Jiwa di Demak Terancam Krisis Air Bersih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Ratusan Ribu Jiwa di Demak Terancam Krisis Air Bersih

DEMAK – Kekeringan juga makin meluas di Kabupaten Demak. Bahkan, selain menyebabkan ratusan hektar sawah puso, juga mengakibatkan ratusan ribu warga terancam krisis air bersih.

BPBD Demak merilis, hingga Sabtu (8/8) setidaknya sebanyak 237.745 jiwa yang tersebar di 62 desa rawan kekurangan air bersih. Ancaman krisis air bersih tersebut merata di 13 kecamatan.
Di Kecamatan Bonang, ancaman krisis air bersih melanda tiga desa dengan jumlah penduduk sebanyak 4.423 jiwa. Kecamatan Demak Kota melanda 6 desa dengan jumlah penduduk 25.534 jiwa. Kecamatan Gajah sebanyak 3 desa dengan jumah penduduk 13.610 jiwa. Kecamatan Karanganyar sebanyak 8 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 37.304 jiwa.
Kecamatan Kebonagung sebanyak 4 desa dengan jumlah penduduk 10.300 jiwa. Kecamatan Mijen sebanyak 8 desa dengan jumlah penduduk 30.300 jiwa. Kecamatan Mranggen sebanyak 9 desa dengan jumlah penduduk 95.536 jiwa. Kecamatan Wonosalam sebanyak 4 desa dengan jumlah penduduk 9.842 jiwa.
Sedangkan ancaman krisis air bersih paling parah melanda Kecamatan Wedung yakni sebanyak 13 desa. Di wilayah pesisir Demak itu , tercatat 52.424 jiwa rawan kekurangan air bersih.
Empat kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Dempet,Guntur, Karangawen dan Karangtengah, ancaman krisis air bersih hanya melanda satu desa saja.
“Dari 14 kecamatan di wilayah Demak, hanya satu kecamatan saja yang aman dari krsis air, yakni Kecamatan Sayung,” terang Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Demak, Suprapto.
Kemarau ekstrim tahun ini, sambung Suprapto, berdampak pada menyusutnya debit air sejumlah embung dan sumur yang selama ini merupakan sumber air warga yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan sebagian embung dan mata air di sumur milik warga telah kering. Keberadaan pamsimas di desa-desa juga tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih warga di musim kemarau saat ini, sehingga mereka mulai mengeluhkan kurangnya air bersih.
“Guna membantu mengatasi krisis air bersih, kita telah melakukan droping air ke sejumlah desa yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Untuk distribusi air bersih ke desa-desa, sebanyak empat armada tangki air dengan kapasitas 5000 liter air setiap tangkinya. Droping segera dilakukan setelah adanya permintaan dari pihak desa yang diajukan kepada Bupati Demak dengan diketahui oleh camat setempat.
“Droping air bersih hanyalah solusi instan untuk mengatasi masalah sesaat. Antisipasi krisis air bersih tahun-tahun berikutnya, perlu adanya pipanisasi atau sambungan air baru, pembuatan sumur artetis dan pengadaan pamsimas di desa yang berpotensi terjadi krisis air bersih,” jelasnya. (pit)

loading...
Click to comment
To Top