Harga Sembako Meroket Jelang HUT RI, DPR : Harusnya Pemerintah Malu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Harga Sembako Meroket Jelang HUT RI, DPR : Harusnya Pemerintah Malu

JAKARTA – Harga-harga sejumlah bahan pokok khususnya harga daging sapi kian melonjak tinggi. Hal ini disebabkan semakin langkanya stok daging yang ada. Menyikapi persoalan tersebut, DPR RI pun sangat menyayangkan manajemen stok yang dilakukan pemerintah selama tiga bulan terakhir tidak tertata dengan baik.

“Karena kejadian saat ini merupakan kelalaian kebijakan tiga bulan sebelumnya. Pemerintah harusnya malu, menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan,” kata Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Andi Akmal Pasluddin, di Jakarta, Selasa (11/8).

Ia mengungkapkan, dalam satu pekan kenaikan daging sapi sampai tiga kali di tingkat pemotongan hewan. Dengan tingginya harga daging ini, lanjut Andi Akmal, akan membuat rasionalisasi bagi para pedagang besar daging untuk mengklaim bahwa pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sangat jauh dari kebutuhan. Karena sebelumnya, para importir mengajukan kuota impor sebanyak 250 ribu ekor untuk kuartal tiga 2015.

“Saya sangat berharap, pemerintah dapat segera memberi solusi terhadap tingginya harga daging sapi ini tanpa adanya impor lagi. Jika opsi Impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momentum Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan,” ujar Andi Akmal.

Ketua DPW PKS Sulsel itu menjelaskan, bahwa setengah kebutuhan nasional daging diserap di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Artinya, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, yang paling merasakan dampaknya adalah wilayah-wilayah tersebut.

“Contohnya di sekitar Bandung Raya, seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan mulai Sabtu hingga Rabu mendatang, ini yang membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging,” tutur Andi Akmal.

Lebih lanjut Andi Akmal memaparkan, saat ini harga dipasaran masih terlalu tinggi, yakni mencapai Rp120.000 sampai dengan Rp130.000 per Kilogram (Kg). Menurut Andi Akmal, harga wajar seharusnya maksimal Rp90.000 per Kg.

Meski begitu, Andi Akmal mengapresiasi beberapa pemerintah daerah (Pemda) yang berinisiasi menggelar operasi pasar dengan penjualan harga daging Rp 90.000 per Kg. (rus/RMOL)

loading...
Click to comment
To Top